Prianger Coffee, Kopi Andalan Cafe Daqu

by
Edan, Voltaire! Sampai 40 cangkir sehari, dia biasa ngupi semasa hidupnya (1694-1778).
“Minuman yang Anda gandrungi itu akan membunuhmu,” kata dokter memperingatkan hobby-nya yang berlebihan. Namun filsuf Prancis bernama asli Francois-Marie Arouet tersebut berkilah, “If coffee is a poison, it’s a slow poison.”
Nah, soal kedai kopi, belum juga genap sepekan Café Daqu Ciledug dibuka, customer sudah harus antri untuk bisa menikmatinya secara berjamaah.
Contohnya pada Selasa (14/7), kawan-kawan pekerja kantoran di sekitar CBD Ciledug, booking seat di Café Daqu untuk weekly meeting. Selain tempat eksklusif, mereka juga memesan paket menu kulinernya.
Prianger Coffee, sajian minuman andalan Cafe Daqu. Kopi Priangan populer sejak jaman VOC, bahkan Kumpeni menjadikannya salah satu komoditas tanam paksa atas petani pribumi. Ini karena Kopi Priangan memang istimewa.
Cafe Daqu mendatangkan kopi luar biasa itu langsung dari komunitas petani binaan di Jawa Barat. Kemudian oleh barista cafe, diolah dan disajikan sesuai protokol kenikmatan premium.
Jangan khawatir, harga tetap terjangkau untuk kalangan pelajar dan pekerja.
Untuk kudapannya, roti Cafe Daqu menggunakan bahan baku premium tanpa pengawet. Rasanya lembut, diolah oleh baker berpengalaman di beberapa perusahaan nasional.
Sure, musik hidup tetap menemani customer. Anda pun bisa request lagunya, semisal nomor Sabyan. Hemmm…hemmm….hemmm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *