Menyelamatkan Diri dari Gempa

by
Gempa di Lombok sebesar 6,4 skala Richter. Foto: liputan6.com.

Baru-baru ini ni, Indonesia dikejutkan dengan adanya gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 29 Juli lalu yang memakan korban hingga 17 orang. Diberitakan, banyak orang yang terjebak di gunung. Bagaimana cara penyelamatan diri ketika gempa terjadi?

Wartapilihan.com, Jakarta — Diperkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa susulan bakal terjadi lagi, bahkan tercatat hingga 265 kali pada 30 Juli kemarin. Maka dari itu, warga Lombok diminta agar terus waspada.

Menurut dr. Theresia Rina Yunita, ia menyarankan agar terus mengecek akun akun resmi BMKG untuk mengetahui status perkembangan gempa di Nusa Tenggara Barat. Informasi tersebut dapat diakses di @twitterbmkg.

“Dengan demikian, Anda dapat langsung bertindak cepat saat pihak BMKG menerbitkan berita tentang adanya gempa susulan di tempat tinggal Anda,” kata dr. Theresia, Selasa, (31/7/2018), dilansir dari klikdokter.com.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk memperhatikan letak pintu dan tangga darurat ketika hendak bepergian ke mall atau gedung.

“Tindakan ini bertujuan agar Anda bisa segera meninggalkan gedung saat gempa susulan terjadi,” tegas dia.

Benda tinggi juga perlu dihindari seperti pohon, tiang listrik atau tebing. Berlindung di bawah meja juga disarankan jika terperangkap di dalam rumah atau gedung saat gempa susulan terjadi.

“Bila Anda terperangkap di dalam rumah atau gedung saat gempa susulan terjadi, berlindunglah di bawah meja kayu yang kuat dan tebal. Dengan cara berlindung seperti ini, kemungkinan Anda tertimpa reruntuhan bisa diperkecil,” terang dia.

Jika terjadi gempa, dia juga menyatakan sebaiknya berhenti berkendara, kemudian segera keluar dari kendaraan dan berlindung di lahan terbuka.

“Juga, bekali diri Anda dengan pengetahuan P3K. Jadi, apabila Anda atau orang lain mengalami luka-luka akibat gempa susulan, tindakan pertolongan pertama bisa segera diterapkan sambil menunggu bantuan medis datang,” tukas ia.

Selanjutnya, dr. Teresia menjelaskan, perlu untuk menyimpan nomor telepon penting yang sering digunakan, karena dengan inilah dapat segera meminta bantuan.

Belum lagi, kobaran api mungkin saja muncul saat terjadi gempa susulan. Untuk itu, penting untuk mengetahui letak alat pemadam kebakaran dan tahu bagaimana cara menggunakannya.

“Selain yang sudah disebutkan, penting juga bagi Anda untuk tidak langsung panik ketikagempa¬†susulan terjadi.

Kendalikan diri dan jangan pikirkan apa pun selain keselamatan pribadi, kerabat, dan keluarga Anda. Perhatikan dan patuhi pula segala instruksi yang diberikan oleh pihak berwenang setempat,” tegasnya.

Bencana alam memang tidak bisa dicegah, kata Teresia. Namun bukan berarti manusia hanya pasrah dan tidak melakukan tindakan untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi karenanya.

“Bersikaplah waspada akan segala kemungkinan yang bisa terjadi kemudian, baik itu terkait gempa susulan atau hal mengerikan lainnya,” pungkas dia.

 

Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *