Ma’ruf Amin: NU, Ormas Paling Ditakuti Karena Jumlahnya

by
foto:istimewa

Kiai Ma’ruf mengungkapkan, menilai NU lemah adalah salah. Menurutnya berbeda antara lemah dan bijak. Bagi Wantimpres di era SBY itu, NU saat ini paling ditakuti sebagai ormas Islam karena jumlahnya.

Wartapilihan.com, Banjar — Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin meminta di usia Nahdatul Ulama (NU) yang ke-93 tahun, NU sebagai ormas islam terbesar di Indonesia gerakannya harus memiliki dampak yang besar.

Demikian disampaikan Kiai Ma’ruf saat silaturahmi alim ulama NU setelah pembukaan Munas dan Konferensi Besar NU yang dibuka oleh Presiden Jokowi.

“Saya maksud harakah itu gerakannya, supaya gerakannya itu efektif, efisien. Gerakan yang memberikan impact besar, high impact, jangan low impact, lemah,” kata Ma’ruf di pondok pesantren Miftahul Huda Al Azhar, Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2).

“Tetapi high impact, apalagi non impact, tanpa memberi impact, perubahan,” imbuhnya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menekankan arah gerakan NU agar bergerak melindungi umat. Sebab, menurut Kiai Ma’ruf saat ini banyak umat diambil orang.

“Orang NU, fikranya NU, akidahnya NU, amaliyahnya NU, tapi harakahnya (gerakannya) tidak ikut NU. Dia terprovoksi karena menganggap gerakan NU ini lemah, lembek, katanya begitu,” ucap Kiai Ma’ruf.

Padahal, bagi Kiai Ma’ruf bagi mereka yang berpikiran seperti itu, sesungguhnya tak mengenal NU. Ma’ruf menegaskan, NU itu tidak lemah, namun santun.

“Artinya apa, NU jangankan teriak, kalau NU dehem saja orang gemetar semua,” ucapnya.

Kiai Ma’ruf mengungkapkan, menilai NU lemah adalah salah. Menurutnya berbeda antara lemah dan bijak. Bagi Wantimpres di era SBY itu, NU saat ini paling ditakuti sebagai ormas Islam karena jumlahnya.

Warga NU yang belum mengikuti (harakah) gerakan NU menurut Kiai Ma’ruf harus segera diberi pemahaman, agar mereka terjaga dari provokasi yang menjelekkan NU.

“Sehingga dia mengambil cara yang menurut dia keras. Ini kita harus menjaga memahamkan mereka,” pungkasnya.

Munas NU digelar sejak 27 Febriari dan akan berakhir pada 1 Maret 2019. Jika hari ini Munas dibuka oleh Jokowi, maka penutupan Munas akan ditutup oleh Wapres Jusuf Kalla.

Adi Prawira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *