Kapal Bantuan Malaysia Tiba di Bangladesh

by
Kapal bantuan Malaysia untuk Rohingya. Foto: Berita Harian

Wartapilihan.com, Dhaka – Kapal bantuan Malaysia tiba di Bangladesh pada Senin (12/1). Bantuan tersebut ditujukan untuk diberikan kepada pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari tindakan kekerasan di Rakhine menuju Bangladesh.

Sebanyak 70 ribu orang Rohingya mengungsi ke negara tetangga Bangladesh setelah peristiwa 9 Oktober tahun lalu.

Pada bulan ini, PBB mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa kemungkinan besar pihak keamanan dan militer Myanmar melakukan tindakan kekerasan, pemerkosaan, dan pembakaran pemukiman yang mengarah pada pembersihan etnis.

Kamis (9/2) pekan lalu, kapal bantuan Malaysia berlabuh di Yangon. Sebanyak 500 ton makanan dan persediaan darurat dibongkar muat. Pemerintah Myanmar mengatakan, bantuan tersebut akan dibagikan secara merata, baik Muslim maupun Buddha.

Senin (12/2) kapal bantuan Malaysia akan membongkar muat sekitar 2.000 ton makanan dan persediaan darurat di Bangladesh meskipun tidak diberikan akses resmi.

“Kami tidak diperbolehkan membongkat muatan kapal atau untuk mengunjungi kamp-kamp,” kata perwakilan pengirim bantuan yang menolak memberikan identitasnya kepada Reuters.

Seorang pejabat pemerintah Bangladesh mengatakan, kapal sedang dalam perjalanan ke pelabuhan Chittagong setelah sebelumnya tertahan di Kota Teknaf, dekat perbatasan Myanmar. Pengaturan sedang dibuat untuk membongkar muatannya.

Namun, Ali Hossain, administrator kepala distrik pesisir Cox Bazar yang berbatasan dengan Myanmar, mengatakan kepada Reuters, ia belum mendapatkan kejelasan dan belum mengetahui perihal bongkar muat kapal.

Seorang pejabat pelabuhan di Chittagong mengatakan, upacara akan diadakan pada hari Selasa (14/2) yang akan dihadiri oleh pejabat senior Kementerian Luar Negeri Malaysia yang akan memberikan bantuan.

Mengenai penindaklanjutan laporan PBB. Aparat keamaman Myanmar mengatakan akan melakukan pengusutan atas tindakan kekerasan yang terjadi di Rakhine terhadap etnis minoritas Rohingya. | Sumber: Reuters

Reprter: Moedja Adzim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *