Yusuf Estes Tentang Islamophobia

by
foto:'istimewa

Menurut Shamsi Ali, Pendiri Nusantara Foundation yang juga pernah menjabat sebagai Imam Islamic Center di New York, Amerika Serikat (AS), Di satu sisi Islamophobia meningkat, dan di sisi lain Islam juga meningkat. Sehingga bisa diambil kesimpulan posititive thinking bahwa meningginya Islamophobia di Amerika adalah salah satu indikasi bahwa Islam berkembang di sana.

“Karena Islam semakin berkembang jadi semakin banyak orang yang tidak senang atau orang yang semakin takut kepada Islam,” katanya.

Uniknya, di sela-sela penyampaiannya Syekh Yusuf tidak bisa lepas dari kopi khas Indonesia. Ulama Amerika ini, kata Ketua Perhimpunan Sahabat Dakwah Internasional (SDI) Bukhari Al Wahid sangat memiliki selera tinggi terhadap kopi.

“Ternyata bukan lagi suka, gila dengan kopi. Tadi kita perkenalkan dengan dua kopi kita terbaik, kopi Luwak dan Toraja, dia sangat happy,” ujar Ustaz Bukhari.

Yusuf Estes terlahir dengan nama Joseph Estes lahir pada 1 Januari 1944 di Midwest, Amerika Serikat. Ia lahir dari keluarga Kristen yang taat. Keluarganya secara turun-temurun membangun gereja dan sekolah di AS.

Ia menempuh pendidikan dasar di Houston, Texas. Semasa kecil, ia selalu menghadiri gereja secara teratur. Ia dibaptis pada usia 12 tahun di Pasadena, Texas.

Keingintahuannya yang besar terkait ajaran Kristen membuatnya ingin mengunjungi gereja-gereja lain. Ia datangi gereja Metodis, Episkopal. Nazareth, Agape, Presbyterian dan lainnya.

Tak hanya itu, Estes juga mempelajari agama lain seperti Hindu, Yahudi, dan Buddha. “Saya tidak menaruh perhatian serius pada Islam. Inilah yang banyak ditanyakan oleh teman-temanku,” kenang dia.

Uniknya, ia justru kemudian masuk Islam dan meninggalkan agama lamanya. Estes masuk Islam pada 1991. Ia adalah pendiri dan presiden Guide US TV, saluran TV satelit dan TV free-to-air, yang menyiarkan program tentang Islam.

Ahmad Zuhdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *