Transparansi Penentuan Awal Bulan Hijriah Selain Bulan Besar

by

Pertanyaan sering muncul di kalangan masyarakat mengenai apakah pengamatan bulan (rukyatul hilal) hanya dilakukan tiga kali dalam setahun.

Wartapilihan.com, Jakarta— Secara regulasi, Kementerian Agama melalui Tim Hisab Rukyat memiliki kewajiban untuk melakukan pemantauan dan koordinasi rukyat pada setiap awal bulan Qomariyah sepanjang tahun untuk kepentingan penentuan waktu shalat, arah kiblat, dan kalender Hijriah.

Mengapa Sidang Isbat Tidak Dilakukan Setiap Bulan?

Meskipun pemantauan dilakukan secara rutin setiap tanggal 29 pada kalender Hijriah, mekanisme “Sidang Isbat” yang disiarkan secara nasional memang hanya dikhususkan untuk bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Hal ini didasarkan pada skala prioritas ibadah:

  • Signifikansi Ibadah Publik: Ketiga bulan tersebut berkaitan erat dengan ibadah wajib yang melibatkan masyarakat luas secara serentak, seperti puasa Ramadhan, hari raya Idul Fitri, dan Idul Adha.
  • Fungsi Verifikasi Kalender: Untuk bulan-bulan lainnya (seperti Rajab, Sya’ban, atau Rabiul Awal), hasil pemantauan digunakan oleh pemerintah untuk memverifikasi dan mengonfirmasi akurasi Kalender Hijriah Indonesia. Keputusan ini tetap bersifat resmi namun diumumkan melalui kanal administratif tanpa seremonial sidang pleno yang besar.

Akses Informasi untuk Puasa Sunnah dan Ayyamul Bidh

Bagi umat Islam yang membutuhkan kepastian tanggal untuk menjalankan puasa sunnah seperti Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriah), pemerintah menyediakan berbagai kanal informasi digital yang dapat diakses secara real-time:

  • Portal Resmi: Pengumuman awal bulan Hijriah secara rutin dapat dipantau melalui situs resmi Kementerian Agama (kemenag.go.id) dan portal Bimas Islam.
  • Aplikasi Mobile: Masyarakat dapat menggunakan aplikasi “Pusaka” atau “Masjid Digital” milik Kemenag yang menyediakan kalender Hijriah akurat berdasarkan hasil ketetapan pemerintah di setiap bulannya.
  • Media Sosial: Kanal media sosial Bimas Islam Kemenag (YouTube, Instagram, dan TikTok) secara aktif memberikan pembaruan mengenai pergantian bulan sebagai panduan ibadah bagi masyarakat awam.

Etika dan Sikap Bijak Bagi Masyarakat Awam

Dalam menghadapi realitas perbedaan yang ada, masyarakat awam sering kali merasa terjepit di antara ketaatan kepada organisasi dan keinginan untuk menjaga persatuan nasional. Para ulama memberikan panduan etis agar perbedaan ini tidak merusak ukhuwah (persaudaraan).