TETAP BERSYUKUR DAN ISTIQAMAH

by

Oleh Iwan Hasanul Akmal

Jangan terlalu peduli dan risau dengan kekurangan dalam hal fisik, santai saja, tetaplah bersyukur menjadi hamba yang mengenal tauhid, dan memiliki hati yang tulus ikhlas menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itu lebih utama dan lebih penting daripada dunia seisinya.

Siapa yang bersyukur juga kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menjadi ahli ibadah dan bersabar serta suka silaturahim, juga gemar bersedekah, maka dia memperoleh keuntungan yang besar.

Adapun kufur kepada thaghut –yaitu berlepas diri dari penyembahan kepada selain Allah– harus diimplementasikan menjadi suri teladan yang diikuti dan juga dicontohkan secara sempurna sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengikuti kakek Beliau di jalur kenabian, yakni Nabi Ibrahim ‘alaihissalam (QS. Al Mumtahanah ayat 4) yaitu :
Menegakkan hujjah kepada pelaku kesyirikan dan memusuhi mereka, membenci mereka selamanya hingga mereka hanya mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala semata dalam RubbubiyahNya, UluhiyahNya dan dalam Asma’ wa ShifatNya.

InsyaAllah betapapun kelemahan dan kekurangan dalam fisik di masa di mana orang gampang mengalami mental “health down” apabila tidak cantik, tidak tampan, tidak kaya atau tidak viral, namun bila tetap bersyukur dan istiqamah dalam iman tauhid dengan kesempurnaan implementasinya, maka kelak pasti memperoleh kebahagiaan sejatinya.

Apabila telah di akhirat nanti manusia yang lalai mengingat Allah baru merasa sadar bahwa kehidupan dunia ini adalah ujian, penuh tipuan, kesenangan yang menipu, senda gurau dan main-main belaka.
Harta, gelar, kedudukan dan popularitas yang dibangga-banggakan lantas berubah menjadi maya, dan akhirat yang dulu dipandang sesuatu yang maya berubah menjadi kenyataan.

Saat itulah banyak manusia menyesal, tersadar bahwa dirinya yang dulu terlalu sibuk dalam mementingkan memoles, mematut dan memanjakan fisik sehingga lupa tugas dan kewajibannya sebagai hamba yang seharusnya banyak bersyukur serta tunduk berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

( senja di awal Mei 2026 )