Brebes, 26 Juli 2025 — Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Dr. Adian Husaini, melakukan kunjungan silaturrahmi ke SD Quranic School DDII Brebes, sebuah sekolah dasar berbasis tahfidzul Qur’an dan akhlaqul karimah yang terletak di Jl. Ahmad Dahlan No. DD11, Pasarbatang, Brebes. Sekolah yang didirikan oleh para da’i DDII Brebes dua tahun lalu ini membawa visi besar: Menjadi pusat pembibitan kader ulama yang hafidz Al-Qur’an, bertaqwa, cerdas, dan mandiri sejak dini.
Dalam kunjungannya, Dr. Adian menekankan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi keberlanjutan dakwah Islam. “Estafet dakwah ini tidak boleh terputus. Kita butuh generasi baru yang tidak hanya hafal Qur’an, tapi juga beradab, memahami Islam secara mendalam, dan siap menjadi ulama,” ujarnya.
Beliau mengisahkan bagaimana Allahyarham M. Natsir menaruh perhatian besar pada pendidikan dengan menggagas lahirnya sekolah-sekolah, pesantren, hingga kampus-kampus dakwah, seperti STID M. Natsir. Salah satu contohnya adalah ketika Pak Natsir mendorong muridnya, Prof. A.M. Saifuddin, untuk mendirikan Pesantren Mahasiswa Ulil Albaab di Bogor—yang kemudian menjadi tempat belajar bagi Dr. Adian sendiri pada tahun 1987.
Tak hanya itu, Ustadz Adian mengingatkan bahwa para dai dan ulama juga membutuhkan “pelatih” dalam menempuh jalan panjang dakwah. “M. Natsir saja punya tiga pelatih dalam hidupnya: A. Hassan, Haji Agus Salim, dan Syaikh Ahmad As-Surkati. Maka, kita pun butuh bimbingan agar tetap berada di jalur ilmu dan perjuangan,” jelasnya.
Silaturrahmi ini menjadi suntikan semangat bagi para guru dan pengelola SD Quranic School DDII Brebes untuk terus melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan siap menjadi penerus dakwah Islam di masa depan.

