Pupuk Ilegal Tiongkok Masuk Kalimantan

by

Aboebakar Alhabsyi menekankan pengelolaan informasi intelijen perlu ditingkatkan agar ke depan tindakan sejenis bisa dihalau oleh aparat.

Wartapilihan.com, Jakarta –Anggota DPR Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan, Aboebakar Alhabsyi mengapresiasi kerja aparat keamanan yang dapat membongkar masuknya ribuan ton pupuk ilegal.

“Masuknya pupuk ilegal melalui pelabuhan Trisakti ini cukup meresahkan masyarakat, karena melewati pelabuhan terbesar di Kalimantan, bukan melalui jalur tikus,” ujar Aboebakar dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (8/5).

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR ini menambahkan, kejadian penyelundupan Pupuk dari Tiongkok tersebut menimbulkan banyak prasangka dan pertanyaan di kalangan masyarakat khususnya masyarakat Kalimantan Selatan.

“Tentunya hal tersebut harus direspon secara serius oleh aparat terkait agar kejadian serupa tidak terulang,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Habib ini menilai negara akan mengalami kerugian besar jika pupuk tersebut sesuai standar pupuk yang berlaku di Indonesia. Namun, sebaliknya, jika pupuk tersebut tidak memiliki kualitas yang standar maka akan mengancam kehidupan masyarakat khususnya petani.

“Sebagai wakil masyarkat Kalsel, saya minta perkara ini diusut tuntas. Aparat juga perlu memberikan penjelasan yang baik mengenai persoalan ini ke publik, sehingga tidak menimbulkan spekulasi. Dan tentunya, pengelolaan informasi intelijen perlu ditingkatkan agar ke depan tindakan sejenis bisa dihalau oleh aparat,” pungkasnya.

Menurut Kepala Seksi Pestisida Direktorat Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian Budi Hanafi, produk impor tersebut tidak boleh beredar lantaran tidak ada label Standar Nasional Indonesia (SNI) dan tidak adanya keterangan Berbahasa Indonesia dalam kemasannya.

“Barang ini setelah dilakukan penyitaan nantinya bisa dilakukan pemusnahan sesuai Undang-Undang No 12 tahun 1992 tentang Perlindungan Tanaman Pasal 37 dijelaskan bahwa pupuk beredar harus terdaftar di Kementerian Pertanian dan diuji mutu dan efektifitasnya,” katanya.

Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya menegaskan, penindakan terhadap perdagangan pupuk ilegal itu semata-mata demi kepentingan rakyat Kalsel dan Indonesia pada umumnya.

“Kalau tidak tahu mutunya bisa berdampak pertanian hingga menyebabkan gagal panen, jelas yang rugi kita semua dan petani kasihan. Apalagi Kalsel menjadi lumbung pangan nasional,” ujar dia.

Danrem pun mengaku jika anggotanya di Unit Intel Korem masih berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menindaklanjuti temuan 6.500 ton pupuk itu. Ia sempat naik ke atas kapal hingga mengecek ribuan ton pupuk yang diletakkan di bagian bawah pada lambung kapal.

“Nanti kami serahkan sepenuhnya semua proses hukum kepada rekan di Kepolisian dan pihak yang bertanggung jawab atas pengiriman pupuk ini harus ditindak tegas,” pungkasnya.

Ia juga sempat berbincang dengan kapten dan nakhoda yang berkewarganegaraan Cina. Hampir semua ABK berasal dari Negeri Tirai Bambu dan tidak bisa Berbahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.

Ahmad Zuhdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *