Pesantren dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

by
Foto: PT Pegadaian.

Ekonomi umat merupakan hal bisa terus dikembangkan. Salah satu yang dianggap mampu mengembangkan ekonomi umat tersebut adalah pesantren.

Wartapilihan.com, Jombang – Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pembina Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I), Salahuddin Wahid. Ia mengungkapkan, ekonomi umat mengalami peningkatan karena dewasa ini banyak pesantren yang mendirikan usaha.

“Sekarang juga banyak pesantren yang mendirikan usaha. Contoh kecilnya koperasi untuk mendirikan kebutuhan pesantren. Ini menunjukan bahwa ekonomi umat Islam terus mengalami peningkatan,” kata Salah yang biasa dipanggil Gus Sholah, dalam Acara Halaqah Pengasuh Pesantren bersama (MP3i) dengan tema ‘Urgensi Keuangan Syariah untuk Pemberdayaan Ekonomi Ummat’, di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Minggu, (1/7/2018).

Ia berharap, Bank Indonesia dan OJK terus mendorong dan membina pesantren-pesantren untuk bisa terlibat dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi umat.

Gus Sholah pun menyayangkan, di sisi lain sampai saat ini ekonomi umat baru menyentuh kegiatan-kegiatan yang sifatnya perdagangan. Oleh karena itu, ekonomi umat yang terus dikembangkan pesantren-pesantren, sebab belum menyentuh hal yang sifatnya bertindak menjadi produsen.

Ia menekankan, ekonomi di Indonesia saat ini dikuasai oleh pihak-pihak tertentu, yang di dalamnya masih sangat minim sekali orang Muslim. dampaknya, masyarakat kecil-kecil yang sebagian besar umat Muslim ini belum bisa mendapatkan kesempatan yang sebaik-baiknya dalam perekonomian di negeri ini.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengatakan, pesantren diharapkan tak hanya melahirkan para ulama tetapi juga berperan dalam menggerakkan ekonomi umat. Gerakan ini dilakukan dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan menghilangkan kelaparan.

Ia menyampaikan, perlu ada penguatan pesantren dalam tiga hal, yaitu (1) melahirkan para ulama demi tegaknya agama Islam, (2) pesantren harus terus mengembangkan perannya dalam rangka mengawal dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan (3) sebagai penggerak ekonomi nasional.

“Ketika Indonesia baru merdeka, kemudian penjajah datang ke sini padahal tentara dan polisi belum terkonsolidasi, ketika itu yang tampil adalah ulama. Yakni, KH Hasyim Asyari yang mengeluarkan fatwa jihad yang menginspirasi lahirnya Gerakan 10 Nopember dan negara terselamatkan,” ujar Maruf Amin.

Dalam menjaga negara, menurutnya, pesantren harus menjaga negara ini dari upaya-upaya orang yang ingin merusak tatanan yang sudah disepakati. Pasalnya, negara ini sudah dibangun dengan kesepakatan yang tertuang dalam Pancasila dan Piagam Jakarta yang menjadi teks pembuka UUD 1945.

“Pemberdayaan ekonomi umat harus terus dikembangkan karena umat kita ini semua lemah dan dilemahkan,” pungkasnya.

 

Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *