Perempuan adalah Tiang Peradaban

by
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) Atifah Hasan di acara Tabligh Akbar di Masjid Istiqlal, Kamis (22/3).

“Jika iman dan ilmunya kuat, perempuan dapat menjadi benteng masyarakat, bangsa dan negara. Namun, jika ilmu dan imannya lemah, bukan saja menjadi kehancuran rumah tangga dan masyarakat, tapi juga kehancuran negara dan peradaban,” ujar Ketua BKMT Kota Bekasi Ustazah Atifah Hasan.

Wartapilihan.com, Jakarta –Ribuan muslimah tumpah ruah di Masjid Istiqlal, sejak Kamis (22/3) pagi. Bus-bus plat luar Jakarta tampak memadati jalan sekitar Juanda, Veteran dan Lapangan Banteng. Masing-masing kepala rombongan membawakan plang identitas daerah asal. Mulai dari Bekasi, Cikarang, DKI Jakarta, Cibitung, Karawang, Banten, Purwakarta, Sukabumi, Depok, dan Bogor.

Kegiatan Tabligh Akbar rutin yang diselenggarakan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Bekasi ini mengambil tema “Peran Muslimah dalam Membangun Kejayaan Peradaban Islam.”

Ketua BKMT Kota Bekasi Atifah Hasan berharap, kegiatan akbar ini menjadi momentum para Ibu di Jawa Barat khususnya Kota Bekasi terus menjalin shilaturahmi dan meningkatkan kapasitas diri.

Menurutnya, perempuan adalah tiang rumah tangga, negara dan peradaban. Jika iman dan ilmunya kuat, kata Atifah, perempuan dapat menjadi benteng masyarakat, bangsa dan negara. Namun, jika ilmu dan imannya lemah, bukan saja menjadi kehancuran rumah tangga dan masyarakat, tapi juga kehancuran negara dan peradaban.

Disamping itu, lanjutnya, kehidupan rumah tangga bukan hanya memikirkan individu dan masyarakat. Tapi juga turut merancang kebaikan bangsa dan negara demi terwujudnya baldatun thayyibatun wa rabbun gafuur.

“Sebab, ini (partisipasi politik) sudah menjadi tradisi untuk kita memilih pemimpin yang baik, jujur dan dapat mengayomi kesejahteraan ummat,” tuturnya.

Karenanya, ia menghimbau kepada seluruh anggota BKMT untuk andil mensukseskan pemimpin yang memiliki keberpihakan terhadap Islam dan umat Islam.

“Kita ingin memilih muslim yang peduli dengan Islam. Sehingga, ke depan negara kita bukan semakin terpuruk dan mundur. Tapi maju dan diberkahi Allah Swt,” tandasnya.

Senada dengannya, mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuturkan, suara muslimah (kaum perempuan) dalam kontestasi politik sangat menentukan arah kebijakan dan pembangunan bangsa Indonesia.

“Kita harus mengingatkan mereka untuk memilih pemimpin yang berpihak kepada kaum perempuan, ummat dan anak bangsa. Agar, suara kaum perempuan tidak di eksploitasi demi kepentingan politik semata,” terang sapaan akrab Aher kepada Wartapilihan.com.

Aher menjelaskan, ketika seseorang hadir di ruang kebijakan, maka banyak kebaikan yang lebih massif dapat ia lakukan. “Di saat yang sama, para pemimpin juga harus mempunyai komitmen untuk memajukan negeri ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap, kegiatan keagamaan seperti Tabligh Akbar, Isra Miraj dan Maulid Nabi tidak hanya diikuti oleh orang tua saja (para ibu). Tetapi juga harus mengajak putra-putrinya sebagai pembelajaran keagamaan sejak dini.

“Kalau anak kita dari kecil dibiasakan mengerjakan sunnah. Insya Allah, dia akan menjadikan wasilah kita memasuki jannah-Nya,” kata Anies.

BKMT, simpul Anies, harus dapat membangun dan menjaga persatuan di antara umat Islam. Sebab, salah satu tantangan terbesar adalah menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Perbedaan itu mudah sekali mengantarkan kepada perpecahan. Insya Allah, melalui kajian-kajian yang diadakan secara rutin, pembinaan dan pemberdayaan para ibu, BKMT menjadi simpul persatuan umat Islam di Indoenesia,” harap Anies.

Turut hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu, Calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto, dan Ustazah Neno Warisman.

Ahmad Zuhdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *