Patah Hati Pengaruhi Fisik

by
Foto: dr. OZ Indonesia.

Karena persoalan asmara, patah hati sering ditemui pada remaja ataupun dewasa. Kondisi patah hati yang berlarut-larut dapat berbahaya bagi kesehatan.

Wartapilihan.com, Jakarta –Hal tersebut disampaikan dokter Kevin Adrian. Ia mengatakan, orang yang mengalami patah hati pasti akan mengalami stres.

Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri dada yang datang tiba-tiba (kerap disalahartikan sebagai serangan jantung) atau biasa disebut sindrom patah hati atau sindrom takotsubo.

“Sindrom ini terjadi saat jantung bereaksi terhadap hormon stres sehingga tidak bisa memompa darah dengan baik untuk sementara waktu. Kondisi ini juga kerap diiringi oleh napas yang terengah-engah,” tutur Kevin, dilansir dari alodokter.com.

Meski jarang terjadi, menurut dia, sindrom patah hati bisa menjadi parah dan menyebabkan komplikasi, seperti tekanan darah rendah, detak jantung abnormal, dan penumpukan cairan di paru-paru yang membuat sulit bernapas (edema paru).

“Namun ada pula orang yang melalui sindrom patah hati tanpa komplikasi dan dapat pulih dalam waktu singkat,” terang dia.

Sindrom patah hati lebih besar kemungkinannya terjadi pada wanita ketimbang pria. Kebanyakan, kondisi ini dialami oleh wanita berusia 50 tahun ke atas atau telah memasuki masa menopause.

“Namun beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak. Selain itu, orang yang marah, sedih, atau depresi berkepanjangan akibat patah hati, juga lebih berisiko terkena penyakit jantung,” imbuh Kevin.

Maka dari itu, Kevin memberikan beberapa tips agar bisa segera sembuh dari sindrom patah hati ini.

Pertama, ia menganjurkan untuk menghindari media sosial atau internet, berolahraga, melakukan hal positif yang menyenangkan diri, dan meluangkan waktu untuk hobi.

“Luangkan waktu untuk melakukan hobi Anda. Misalnya, pergi bersama keluarga atau teman-teman ke tempat karaoke. Bernyanyi bisa meredakan stres yang Anda alami. Namun, hindari menyanyikan lagu-lagu galau atau lagu kenangan bersama mantan pasangan.

Tempat lain yang bisa Anda kunjungi, yaitu bioskop, taman hiburan atau tempat favorit Anda lainnya,” tutur dia.

Selanjutnya, dapat dilakukan mempererat hubungan dengan keluarga dan teman-teman, curhat pada orang terpercaya atau psikolog, makan dengan cukup.

“Anda bisa mencobacoklat hitam yang mengandung antioksidan polifenol untuk membuat Anda merasa lebih tenang. Atau makan keju, telur, salmon, dan kacang yang membantu meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh. Serotonin mampu mengendalikan pola tidur dan meningkatkan suasana hati,” tukas Kevin.

“Jika patah hati membuat Anda sulit menjalani aktivitas sehari-hari, mengganggu kinerja, atau menyebabkan Anda depresi, cemas, atau muncul ide menyakiti diri atau bunuh diri, segeralah berkonsultasi ke psikiater atau psikolog,” pungkasnya.

Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *