Operasi Katarak Gratis, Ringan tapi Hasilnya Luar Biasa

by

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama mitra komunitas PT Pos Indonesia, Komunitas Moto Moro dan Afina Sinar Cemerlang menggelar operasi katarak gratis bagi dhuafa.

Wartapilihan.com, Jakarta – Operasi katarak ini dilakukan oleh Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) untuk memperingati Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day pada 14 Oktober dan membantu pemerintah dalam mengentaskan kebutaan yang diakibatkan oleh penyakit katarak.

Kegiatan operasi katarak ini dilaksanakan di Rumah Sehat BAZNAS, Jakarta Pusat, Sabtu (16/10), serta penyerahan donasi dari PT Pos Indonesia, Komunitas Moto Moro dan Afina Sinar Cemerlang secara online dengan total sebesar Rp. 45.518.991.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS RI Prof Dr KH Noor Achmad, MA, Direktur PT Afina Sinar Cemerlang dr Maulia Fitra Purnama, Sp.M, Corporate Secretary PT Pos Indonesia Tata Sugiarta, Wakil Ketua Perdami Cabang Jakarta dr Mohammad Sjahbudi Saleh, Sp.M, Pendiri Komunitas Moto Moro dra Swastiwara, Kadiv Ritel BAZNAS RI Fitriansyah Agus Setiawan.

Dalam Sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof Dr KH Noor Achmad, MA menyampaikan rasa haru atas terselenggaranya program ini. Menurutnya, operasi katarak menjadi operasi yang sangat penting, meski operasi ringan tapi hasilnya sangat luar biasa.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada PT Pos Indonesia, Komunitas Moto Moro dan Afina Sinar Cemerlang yang telah berdonasi untuk kegiatan operasi katarak gratis untuk masyarakat yang membutuhkan. Hal ini memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang dermawan dan senang bergotong royong, wujud dari peradaban bangsa dan kekuatan kita bersama,” jelasnya.

Prof Noor menegaskan, BAZNAS mempunyai kepedulian membantu masyarakat serta bagaimana bisa menyalurkan dana-dana tersebut sehingga bisa diwujudkan dalam kebutuhan masyarakat itu sendiri.

“InsyaAllah BAZNAS akan berusaha mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya tetapi juga akan menyalurkan seluruhnya kepada masyarakat. Tidak ada serupiahpun yang disimpan oleh BAZNAS, karena dana ZIS adalah dana masyarakat yang harus dikembalikan kepada masyarakat. Yakinlah setiap mereka membuka mata untuk beribadah maka aliran pahala akan mengalir kepada kita semua,” urai Prof Noor.

Ia berharap, program operasi katarak ini mampu membantu masyarakat, khususnya penderita katarak agar mampu melihat dengan jelas kembali, serta dapat melaksanakan aktivitas ibadah dan yang lainnya menjadi lancar.

Sementara itu, Wakil Ketua PERDAMI Jaya dr Mohamad Sjahbudi Saleh, Sp.M sangat mengapresiasi atas bantuan operasi katarak gratis ini. Ia menyampaikan, kebutaan terbesar di Indonesia yaitu adalah karena katarak. Yang menjadi masalah di Indonesia yaitu banyaknya pasien katarak namun penanganannya kecil.

“Dalam hal ini, PERDAMI rutin melakukan operasi katarak secara gratis tapi tentunya sangat punya keterbatasan, yang saat ini alhamdulillah mendapat bantuan dari BAZNAS, PT Pos Indonesia, Komunitas Moto Moro dan Afina Sinar Cemerlang. Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut dan bermanfaat bagi penerima manfaat sehingga mereka bisa produktif lagi,” katanya.

Adapun Pendiri Komunitas Moto Moro dra Swastiwara mengatakan, donasi ini merupakan salah satu bagian dari tagline moto moro yakni belajar, bersama dan berbagi. “Donasi kali ini kami salurkan melalui BAZNAS dan PERDAMI untuk memberikan operasi katarak gratis. Mudah-mudahan donasi ini dapat mensupport kegiatan ini.”

Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary PT Pos Indonesia Tata Sugiarta mengucapkan syukur karena PT Pos Indonesia dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Semoga apa yang disumbangkan ini memberikan manfaat dan kesehatan bagi para penerima manfaat.”

Direktur PT Afina Sinar Cemerlang dr. Maulia Fitra Purnama, Sp.M mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS dan PERDAMI yang telah memberikan kesempatan kepada Afina Sinar Cemerlang untuk ikut memberikan sumbangsih dalam pemberantasan katarak. Kami senang sekali semoga hari ini operasi dapat berjalan dengan baik, dan penerima manfaat bisa melihat kembali dan menjalankan aktivitasnya. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.”

Program operasi katarak gratis diselenggarakan berdasarkan hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan di 15 provinsi (Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua Barat).

Hasil tersebut menunjukan angka kebutaan mencapai 3% dan katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi (81%) (P2PTM Kemenkes RI, 2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *