Mendampingi Anak di Bulan Ramadhan

by
foto:istimewa

Marhaban ya Ramadhan. Untuk menyambut bulan penuh keberkahan, mendampingi anak menjalani bulan puasa yang penuh berkah sangat diidamkan para orangtua. Bagaimana tipsnya agar puasa yang dijalankan orangtua dan anak dapat bermakna?

Wartapilihan.com, Jakarta – Ragwan M Al-Aydrus membagi tips-tipsnya dalam mendampingi si kecil menjalani puasa di bulan suci Ramadhan. Pertama, ia menekankah agar orangtua mengenalkan anak kepada Allah Ta’ala dengan mengamati alam raya dan memikirkan nikmat-nikmatNya.

Dikutip dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dikatakan, “Dahulu kami telah bersama nabi sejak kami masih remaja mendekati usia balig. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an dan kemudian kami mempelajari Al-Qur’an sehingga iman kami bertambah dengan mempelajari Al-Qur’an tersebut.”

“Pengenalan Iman pertama haruslah membuat anak Cinta kepada Allah. Misal “Allah sayang sama anak yang berpuasa”. Dengan begitu, anak akan lebih optimis, menunjukkan rasa bersyukur, dan lebih termotivasi untuk beribadah. Sebaliknya, menakut-nakuti anak dengan kemurkaan Allah Swt akan membuat anak mudah putus asa dan terpuruk dengan rasa bersalah,” tutur Ragwan.

Selanjutnya, orang tua wajib menunjukkan kasih sayang kepada anak. Hal yang tidak sejalan jika orang tua memperkenalkan tentang kasih sayang Allah Swt tetapi anak tidak dapat melihat dan meneladani kasih sayang tersebut dari orang tua. Rasulullah Saw bersabda yang diriwayatkan HR Muslim, “Barang siapa yang tidak menyayangi, niscaya dia tidak akan disayangi.”

“Dalam konteks Ramadhan, orang tua perlu menciptakan suasana cinta Ramadhan di dalam rumah. Percuma mengajarkan anak tentang shalat jika orangtua masih meninggalkannya, sia-sia mengajarkan anak untuk mengontrol amarah jika orang tua masih melampiaskan amarah dengan berteriak-teriak di hadapan anak,” tutur alumni Pendidikan Psikologi di International Islamic University Malaysia (IIUM) ini.

Hal yang terpenting, Ragwan menekankan, dalam mengajarkan ibadah kepada anak, hindari memberitahukan imbalan kepada anak di awal. Seperti “kalau adek puasanya full, nanti ayah kasih tas sekolah baru!”.

“Sebaiknya, berikan imbalan di akhir tanpa memberitahukannya. Kemudian saat orangtua memberikan apresiasi melalui hadiah, tekankan juga bahwa hadiah tersebut adalah rezeki dari Allah Swt,” tukasnya.

Terakhir, dalam membiasakan anak beribadah, orang tua perlu bersabar. Karenanya mengajarkan ibadah perlu dilakukan sejak dini agar proses pendidikan dapat dilakukan secara bertahap. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt yang berbunyi, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha: 132)

 

Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *