Makanan yang Mengandung Gas

by
Foto: yourhealthyjourney.org.

Perut kembung, sendawa dan sering buang gas umumnya terjadi karena mengkonsumsi makanan yang mengandung gas.

Wartapilihan.com, Jakarta – Meski tergolong normal, tetapi ketika terlalu banyak gas di dalam tubuh dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Hal tersebut disampaikan dr. Allert Noya. Ia mengatakan, pada dasarnya gas yang keluar dari tubuh sebenarnya hanya sedikit berbau.

“Buang gas dengan bau yang menyengat umumnya terjadi ketika bakteri dari usus melepaskan kandungan sulfur. Kemungkinan gas yang berlebihan disebabkan usus halus tidak memiliki enzim laktase yang cukup untuk memproses makanan yang masuk,” tutur Allert, berdasarkan laman alodokter.com, Ahad, (24/6/2018).

Ia menjelaskan, sebagian besar makanan yang mengandung tinggi karbohidrat umumnya dapat menyebabkan banyaknya produksi gas dalam saluran pencernaan. Sedangkan, makanan mengandung lemak dan protein menghasilkan lebih sedikit gas.

“Meskipun tiap orang berbeda-beda dalam memproses makanan yang masuk ke dalam tubuh, namun ada beberapa makanan yang umumnya menghasilkan banyak gas dalam saluran pencernaan,” terang dia.

Di antaranya yaitu kacang, sayur-sayuran, biji-bijian, produk susu, dan buah. Kacang menjadi makanan penghasil gas tertinggi karena mengandung banyak rafinosa atau gula kompleks.
“Rafinosa ialah yang menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, dan gas metana, yang keluar melalui rektum. Sehingga menyebabkan lebih sering buang gas,” jelasnya.

Sementara itu, sayur-sayuran juga banyak yang mengandung gas, seperti brokoli, asparagus, kubis, kol, jamur, dan bawang.

“Biji-bijian seperti gandum mengandung serat, rafinosa, dan pati. Ketiganya dapat berkontribusi terhadap gas setelah dicerna di usus besar. Kecuali beras, satu-satunya biji-bijian yang tidak menyebabkan produksi gas,” imbuh Allert.
Sedangkan pada susu yang biasanya mengandung laktosa atau gula; laktosa juga bisa ditemukan pada keju dan es krim. “Pada seseorang yang mengalami intoleransi laktosa, konsumsi produk jenis ini dapat menyebabkan peningkatan produksi gas di saluran cerna,”

Buah apel, pir dan juga plum juga buah yang mengandung gula alkohol alami dan sorbitol, sehingga sulit dicerna oleh tubuh.

“Buah jenis ini juga dapat menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, dan gas metana, setelah dicerna oleh usus,”

Di sisi lain, terdapat aktivitas yang dapat meningkatkan kadar gas dalam tubuh, seperti mengunyah permen karet dan merokok. Pasalnya, hal tersebut dapat membuat lebih banyak udara yang tertelan.

“Selain itu, banyak permen karet bebas gula yang diberi pemanis buatan, seperti sorbitol, manitol, dan xylitol. Padahal pemanis buatan tersebut lebih sulit untuk dicerna,”

Maka dari itu, Allert menyarankan agar mulai membatasi jenis makanan tersebut dalam menu makan sehari-hari. Terutama jika penderita merasa tidak nyaman karena gas berlebih dalam tubuh.

“Disarankan untuk memperbanyak mengonsumsi serat untuk mendukung kesehatan pencernaan. Konsultasikan penanganan lebih lanjut pada dokter bila keluhan semakin mengganggu,” pungkasnya.

 

Eveline Ramadhini