KORBAN GEMPA MANGGARAI KESULITAN LOGISTIK, WARGA: “KAMI MASIH TAKUT GEMPA SUSULAN”

by

Bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan trauma mendalam bagi warga terdampak. Lukman Hamid (38), warga Dusun Batok, Desa Salama, Kecamatan Reok, mengaku tidak pernah membayangkan kehidupannya dan para tetangga berubah total dalam sekejap.

Wartapilihan.com, REOK, MANGGARAI — Peristiwa bermula saat warga sedang melayat di rumah salah satu tetangga pada Jumat malam. Suasana duka berubah menjadi panik luar biasa ketika guncangan hebat terjadi pada Sabtu subuh (15/8).

“Saya terbangun dan bergegas mengumpulkan anggota keluarga untuk segera mengungsi ke luar,” ujar ayah tiga anak tersebut.

Pengalaman serupa dirasakan Wahida, ibu tiga anak yang terbangun dari tidur lelapnya akibat guncangan keras. Dalam kepanikan, ia dan suaminya langsung menyelamatkan anak-anak mereka dan berlari keluar rumah. Warga kemudian berinisiatif mendirikan posko pengungsian mandiri di lapangan terbuka untuk berjaga-jaga.

“Kami terus khawatir dan waswas karena gempa susulan masih sering terjadi hingga ratusan kali,” tutur Lukman.

Kondisi warga di pengungsian kian prihatin lantaran rumah-rumah mereka mengalami kerusakan parah hingga roboh. Stok bahan pangan pun semakin menipis di tengah terbatasnya akses bantuan awal.

Dua hari pascabencana, harapan mulai hadir ketika tim Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) bersama relawan lokal dari Yayasan Kabua Dana Dasa dan Yayasan Pahami Quran berhasil menjangkau lokasi.

“Kami amat berterima kasih karena ARM HA-IPB memperhatikan nasib kami yang bertahan di posko-posko pengungsian kecil dan mandiri, yang jauh dari pantauan pihak berwenang di daerah,” kata Lukman.

Selain rasa trauma akibat gempa susulan yang terus membayangi, krisis kebutuhan dasar menjadi ancaman serius bagi warga pengungsi.

“Kami di sini sangat membutuhkan makanan pokok dan air bersih. Ke depannya, tentu kami memerlukan hunian sementara atau tetap untuk tinggal,” ungkap Marifah Ahmad (33), ibu dua anak yang berada di posko pengungsian.

Marifah mengapresiasi kehadiran relawan yang datang langsung membantu warga tanpa pamrih. Ia berharap perhatian dari ARM HA-IPB dan lembaga kemanusiaan lainnya dapat terus berlanjut, termasuk memperluas jangkauan ke titik-titik pengungsian lain yang belum tersentuh.

Melihat tekanan psikologis dan kondisi darurat yang dialami warga, tim ARM HA-IPB berkomitmen untuk terus siaga di Desa Salama. Selain itu, jangkauan bantuan rencananya akan diperluas hingga ke Desa Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Ulik Uluran Tangan Anda:

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dan membantu meringankan beban para korban terdampak, bantuan dan donasi dapat disalurkan melalui:

  • Rekening BSI: 7737787798 a.n. Aksi Relawan Mandiri-HAIPB
  • Hotline: 0811 1230 0423
  • Sekjen: 0812 1064 366

ARM HA-IPB

Bermartabat Menebar Manfaat

[AF]