GPII Dukung Pemprov DKI Lepas Saham Bir

by
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Foto: Istimewa

“Kami berharap jika saham bir terjual, dananya dapat dialokasikan untuk mensupport wirausaha keummatan seperti 212 Mart, OK OCE atau distributor sembako untuk warung warga dengan harga kompetitif,” ujar Ega Sarkis.

Wartapilihan.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk melepaskan kepemilikan saham di perusahaan bir PT Delta Djakarta (DLTA). Hal ini merupakan salah satu janji kampanye Anies – Sandi. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Jakarta Raya Ega Sarkis menyatakan dukungan kebijakan Pemprov Jakarta melepas saham bir.

“Salah satu janji kampanye Anies-Sandi tahun lalu adalah melepaskan kepemilikan saham bir. Hal ini mendorong kami untuk mendeklarasikan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur itu pada 2 April 2017 lalu di gedung GPII jalan Menteng Raya No. 58 Jakarta Pusat yang dihadiri Anies,” ungkap Ketua Umum PW GPII Jakarta Raya Ega Sarkis di Jakarta, Selasa (10/4).

Keputusan pemprov ini rencananya akan diambil setelah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Gubernur Anies Baswedan sempat menegaskan pasti akan melepas saham tersebut. Saat ini, Pemprov DKI memegang sekitar 23,3% saham di Anker Bir sejak tahun 1984. Perusahaan ini memberikan pemasukan cukup besar untuk Jakarta.

Selanjutnya, Ega berharap jika saham bir terjual, dananya dapat dialokasikan untuk mensupport wirausaha keummatan seperti 212 Mart, OK OCE atau distributor sembako untuk warung warga dengan harga kompetitif. Sehingga, simpulnya, warung-warung sembako tidak mati dengan kehadiran Alfamart atau Indomaret di lingkungannya.

“Hasil penjualan saham juga dapat dijadikan saham untuk koperasi atau UKM masjid sebagai centra usaha keummatan. Mulai dari menjual kebutuhan masyarakat, mencetak buku buku islami sampai pemberdayaan enterpreuner bagi
fakir miskin, anak yatim, dan ibnu sabil,” tandasnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno menjelaskan alasan pihaknya melepas saham di perusahaan bir, PT. Delta Djakarta. Sandi menerangkan, laba bersih perusahaan itu kerap mengalami naik turun, sehingga itu indikator pihaknya menjual saham di perusahaan yang bergerak di bidang bisnis penjualan minuman keras tersebut.

“Ini terlepas tentunya dari janji kampanye, tapi merupakan review porfolio yang sangat normal dalam pengelolaan investasi,” ujar Sandi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

Sandi memiliki cita-cita agar investasi pemerintah daerah ke depannya lebih membawa manfaat untuk hajat hidup masyarakat Ibu Kota. Selanjutnya, Ia akan memperhatikan aspek kesehatan warga dalam berinvestasi di bursa saham.

“Apakah portofolio ini memberikan juga kesehatan kepada masyarakat. Jadi ini yang menjadi poin yang kita prioritaskan ke depan,” jelas Sandi.

Pelepasan saham, lanjut Sandi, sedang dilakukan pembicaraan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia akan memutuskan pelepasan saham itu pada akhir April setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Keuangan DKI Jakarta, pendapat PT Delta tiga tahun terakhir cenderung naik turun. Saham yang dimiliki Pemprov DKI atas PT Delta DJakarta sebesar 26,25 persen. Jumlah itu merupakan gabungan dari 23,34 persen saham Pemprov DKI dan 2,91 persen milik Badan Pengelola Investasi dan Penyertaan Modal Jakarta.

Laba bersih PT Delta Djakarta pada 2013 sebesar Rp 270,4 miliar, lalu 2014 naik menjadi Rp 288,4 miliar. Pada 2015 sempat turun menjadi Rp 192 miliar. Namun, pada 2016, perusahaan mencatatkan keuntungan atau laba bersih perusahaan sebesar Rp 254 miliar.

Sementara pada 2017 tercatat sebesar Rp 144 miliar. Dengan saham yang dimiliki, Pemprov DKI mendapat dividen atau pembagian keuntungan kurang lebih Rp 37 miliar.

Ahmad Zuhdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *