Dinamika Belanja Daring: Mengapa Mahasiswa Terjebak dalam Perilaku Impulse Buying?

by

Oleh: Syifa Alya Nurhaliza 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh gender, promosi penjualan, dan sifat materialisme terhadap perilaku impulse buying (pembelian impulsif) secara daring pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Menggunakan metode survei terhadap 150 responden, data dianalisis dengan teknik regresi variabel dummy dan uji signifikansi parsial. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor gender tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kecenderungan belanja impulsif. Sebaliknya, promosi penjualan dan sifat materialisme terbukti berpengaruh positif dan signifikan dalam memicu perilaku belanja tanpa rencana di platform digital.

Kata Kunci: Gender, Promosi Penjualan, Materialisme, Perilaku Impulse Buying.

 

  1. Pendahuluan: Ledakan Digital dan Budaya Konsumsi Baru

Globalisasi telah melahirkan tuntutan transaksi yang serba cepat dan efisien. Internet hadir sebagai solusi yang meruntuhkan batasan waktu dan ruang, memungkinkan aktivitas belanja dilakukan di mana saja. Data APJII mencatat lonjakan pengguna internet di Indonesia yang mencapai 132,7 juta jiwa, di mana 62% di antaranya secara rutin mengunjungi toko daring.

Fenomena ini menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, kemudahan akses menguntungkan pengusaha. Di sisi lain, hal ini memicu tingginya perilaku impulse buying atau pembelian tidak terencana yang didasari oleh dorongan emosional sesaat. Riset menunjukkan bahwa kelompok usia 18-30 tahun, termasuk mahasiswa, adalah segmen yang paling rentan terhadap godaan belanja impulsif ini.

  1. Tinjauan Pustaka: Memahami Variabel Perilaku
  • Gender: Konsep kultural yang membedakan peran dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan.
  • Promosi Penjualan: Pemberian informasi dan insentif, seperti sampel produk, potongan harga, hingga promo “beli satu gratis satu,” yang dirancang untuk merangsang pembelian cepat.
  • Sifat Materialisme: Pandangan yang menganggap kepemilikan harta benda sebagai sumber kebahagiaan, pusat kehidupan, dan indikator utama kesuksesan seseorang.
  • Impulse Buying: Kegiatan belanja tanpa rencana yang dipicu oleh ketertarikan spontan dan sering kali mengabaikan konsekuensi negatif di masa depan.
  1. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner skala Likert 5 tingkat yang disebarkan kepada 150 responden mahasiswa reguler. Analisis data dilakukan secara komprehensif melalui uji validitas CFA, uji asumsi klasik, hingga analisis regresi untuk menguji hipotesis secara parsial maupun simultan.

  1. Hasil dan Pembahasan: Apa yang Menggerakkan Konsumen?

Berdasarkan hasil pengujian statistik, ditemukan beberapa poin krusial:

  • Gender Tidak Menentukan: Perbedaan jenis kelamin tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap perilaku belanja impulsif secara daring. Hal ini menunjukkan bahwa pria maupun wanita memiliki kerentanan yang sama terhadap godaan belanja di internet.
  • Magnet Promosi: Variabel promosi penjualan terbukti sangat efektif memicu impulse buying. Skema potongan harga dan kemudahan informasi membuat konsumen merasa mendapatkan keuntungan instan, sehingga memutuskan membeli tanpa pertimbangan panjang.
  • Materialisme sebagai Pendorong: Semakin tinggi sifat materialisme seseorang, semakin besar kecenderungan mereka untuk melakukan pembelian impulsif. Kepemilikan barang baru dianggap sebagai alat untuk mencapai kepuasan emosional dan pengakuan status.
  1. Kesimpulan

Transformasi pasar menuju ekosistem digital telah mengubah cara mahasiswa mengonsumsi produk. Meskipun gender tidak berperan langsung, kekuatan promosi dan nilai-nilai materialisme menjadi motor utama di balik perilaku belanja yang tidak terencana. Bagi pelaku usaha, strategi promosi yang kreatif tetap menjadi kunci, namun bagi konsumen muda, diperlukan kesadaran lebih tinggi untuk mengontrol dorongan emosional agar tidak terjebak dalam pola konsumsi yang konsumtif.

Tentang Penulis:

Syifa Alya Nurhaliza

Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang