Darimana Asal Aplikasi Tik Tok?

by
foto:istimewa

Aplikasi mobile Tik Tok resmi diblokir oleh Menkominfo pada hari Selasa, 3 Juli 2018. Adapun Pemblokiran didasari hasil pemantau Tim AIS kominfo, pelaporan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KPAI, dan laporan masyarakat.

Wartapilihan.com, Jakarta — Pemblokiran aplikasi Tik Tok sebagaimana yang dikatakan oleh Menkominfo bersifat sementara hingga pemilik aplikasi tersebut memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Kemenkominfo, yaitu dengan menghapus konten negatif, menyediakan tim monitoring dan keberadaan tim monitoring di Indonesia.

Tik tok merupakan aplikasi video musik 15 detik dan jejaring sosial asal Tiongkok. Tik Tok menjadikan ponsel pengguna laksana studio berjalan.

Aplikasi ini dilengkapi special effects yang menarik. Para pengguna dapat lebih mengembangkan bakatnya dan membuka dunia tanpa batas hanya dengan memasuki perpustakaan musik lengkap Tik Tok.

Aplikasi Tik Tok membuat pengguna secara cepat dan mudah membuat video-video pendek yang unik dan keren untuk kemudian dibagikan ke teman-teman dan dunia.

Aplikasi Tik Tok beredar di Indonesia sejak September 2017. Perkembangan aplikasi Tik Tok sangat pesat hingga menempati urutan teratas untuk diunggah.

Keberhasilan Tik Tok menggaet remaja karena menyentuh aspek yang sangat didambakan kaum muda yaitu pencarian jati diri sehingga sangat disukai oleh mereka.

Dalam perkembangannya, ternyata Ide pembuatan video melalui aplikasi Tik Tok menjadi kebablasan, melanggar kode etik moral, kesusilaan maupun hukum. Demi untuk meraih popularitas dan pengakuan akan eksistensi dirinya dari para netizen .

Aplikasi mobile Tik Tok menjadi sorotan ketika para penggunanya menjadi sangat bebas tanpa batas dalam mengaplikasikan ide-ide mereka melalui video. Beberapa tayangan yang tidak pantas yang kemudian viral contohnya seperti seorang remaja merekam video dengan lagu dan gerakan tangan di depan jenazah, kemudian ada video orang dewasa yang mempermainkan solat, dan yang terbaru video seorang bidan yang mempermainkan wajah bayi untuk hiburan.

Tik Tok Tak Punya Filter Konten Negatif

Kendati aplikasi Tik Tok dinilai menghibur dan menunculkan kreativitas, namun sayangnya tidak memiliki filter terhadap konten-konten negatif seperti filter terhadap isue SARA, pornografi, asusila, pelecehan agama dan konten negatif lainnya.

Hal tersebut disampaikan Ena Nurjanah,
Ketua Lembaga Perlindungan Anak GENERASI. Ia mengatakan, fenomena ini seharusnya bisa diwaspadai oleh para pembuat aplikasi dan juga pemerintah ketika mengizinkan suatu aplikasi beroperasi di tanah air.

“Anak-anak harus tetap mendapat perlindungan dan pengawasan, terutama para generasi milenial yang begitu mudah menerima hal baru dari dunia digital dan membuat mereka menjadi sangat kreatif. Namun demikian, anak muda harus tetap mendapat bimbingan, arahan dan juga pengawasan,” tutur Ena, Rabu, (4/7/2018).

Menurut Ena, kemudahan membuat video dan mengunggahnya menjadi satu hal yang sangat rawan jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang benar akan etika moral, sosial dan aturan hukum yang berlaku.

“Para orangtua maupun pendidik juga harus membekali anak-anak dan remaja dengan pemahaman yang cukup tentang etika moral, sosial dan dampak pelanggaran hukum sehingga diharapkan nantinya anak-anak dan remaja lebih bijak dalam mengekspersikan dirinya melalui berbagai aplikasi video,” tegas dia.

Pelarangan oleh pemerintah terhadap aplikasi yang memuat konten negatif, terang dia, adalah sebuah keharusan. Tidak hanya terhadap aplikasi Tik Tok, namun juga terhadap aplikasi lain yang memuat konten negatif.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab melindungi anak Indonesia dari berbagai bentuk pelanggaran terhadap hak-haknya karena anak-anak adalah cikal bakal penerus negeri ini yang harus dijaga agar Indonesia tetap berjaya dengan generasi penerusnya yang berkualitas dan kompeten,” pungkasnya.

 

Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *