Oleh: Taufik Hidayat Seringkali, ketika mendengar frasa Arsitektur Islam, imajinasi kolektif kita langsung tertuju pada kemegahan kubah emas, lengkung (arch) yang kompleks,
Kabar dari Lapangan: ASESMEN DAMPAK BANJIR TERHADAP SEKTOR PERTANIAN ACEH TENGAH
Dua pekan lalu tim Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) dihubungi langsung oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh (Pak
PERTAMA DI INDONESIA: KULIAH SEHARI ISLAMIC WORLDVIEW
Dr. Adian Husaini membuat terobosan baru dalam pendidikan Islam. Kuliah Islamic Worldview yang biasanya diberikan di ruang-ruang kuliah, kali ini disajikan dengan
MASJID ALUMNI IPB LANJUTKAN DUKUNGAN BANTUAN KEMANUSIAAN MELALUI ARM HA-IPB
Sejak awal berdirinya Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB), Yayasan Masjid Alumni IPB (MAI) menjadi salah satu penyokong awal giat
SENJAKALA GEREJA KRISTEN DI EROPA
by Iwan Hasanul Akmal Benny Solihin, seorang pendeta Kristen dalam sebuah khotbahnya mengatakan bahwa gereja di Eropa diperkirakan akan punah di tahun
Malaikat, Istiqamah, dan DNA Kolaborasi Umat
Oleh: Disarikan dari Ta’lim Bakda Subuh KH Didin Hafidhuddin Keimanan kepada hal yang ghaib, khususnya kepada Malaikat dan Hari Akhir, bukan sekadar
Evaluasi Komprehensif Aspek Biokimia, Keamanan Toksikologis, dan Potensi Terapeutik Tempe Koro Pedang (Canavalia ensiformis) Sebagai Pangan Fungsional bagi Pasien Onkologi
Ekosistem pangan fungsional di Indonesia sedang mengalami transformasi signifikan dengan ditemukannya potensi besar dalam komoditas lokal yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Salah satu
Mitigasi Bencana Leuweung Bobojong: Antara Rorak-Akar Wangi dan Biopori
Sebuah desain permakultur untuk mitigasi bencana di Desa Leuweung Bobojong, Bogor, yang mengedepankan strategi pengelolaan air inovatif, cukup menarik untuk dicermati. Wartapilihan.com,
KERUNTUHAN SUPERIORITAS
by Iwan Wientania Superioritas yang memabukkan tiada artinya ketika kesadaran muncul dalam kebenaran Tuhan. Hatiku lantas berkata, kesombongan tiada memberi apa pun
PASTI DITANYA
By Iwan Wientania Di gerimis pagi awal Januari aku menangis. Laksana ribuan jarum menimpa. Menikam tubuh sampai ke balik dada lalu menusuk










