Amerika Serikat: Dari Negara Muda Menjadi Kekuatan Global

by

Oleh Agus Somamihardja

Amerika Serikat dalam Sorotan Dunia
Di Tengah berkecamuknya perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, nama Amerika Serikat, terutama Donald Trump, terus bergema dalam percakapan global.
Namun bagi banyak orang, Amerika masih dipahami secara sederhana: satu satunya negara adidaya di dunia.

Padahal, kekuatan Amerika tidak muncul tiba-tiba.
Setelah Perang Dunia II, negara yang relatif muda ini menjelma menjadi kekuatan paling dominan di dunia.

Fondasi Amerika: Koloni Pemukim dan Awal Pembentukan Negara

Baru sekitar satu abad sebelumnya, Amerika terbentuk dengan menyatukan bekas koloni Inggris, serta wilayah Prancis dan Spanyol di Amerika Utara. Jauh tertinggal dibanding bangsa-bangsa Eropa yang telah berabad-abad lebih dulu menjelajah dan menaklukkan dunia.

Fondasi Amerika dibangun sebagai koloni pemukim.
Orang-orang Eropa datang untuk menetap dan membangun masyarakat baru. Dalam proses itu, penduduk asli disingkirkan, dan dimusnahkan.

Negara ini tumbuh sebagai masyarakat yang didominasi kulit putih, dengan akar kuat pada nilai-nilai Kristen.

Dorongan religius juga berperan penting. Kaum Puritan, kelompok Kristen Inggris, datang bukan untuk mencari kekayaan, tetapi untuk membangun masyarakat yang mereka anggap lebih murni dan disiplin. Mereka menginginkan kebebasan beragama, tetapi juga menciptakan tatanan yang ketat dan seragam.

Demokrasi dan Kontradiksi di Dalam Negeri
Memasuki akhir abad ke-18, koloni-koloni ini memberontak terhadap Inggris dan membentuk sistem pemerintahan sendiri yang kemudian dikenal sebagai demokrasi modern.

Di mata dunia, Amerika tampil sebagai pembela kebebasan. Namun di dalam negeri, realitasnya berbeda.

Ketimpangan rasial menjadi bagian dari sistem. Penduduk asli dihapus dalam skala besar. Perbudakan terhadap orang Afrika berlangsung hingga abad ke-19. Hak sipil tidak merata. Perempuan baru mendapat hak pilih pada 1920. Warga kulit hitam tetap menghadapi diskriminasi sistematis.

Menjelang Perang Dunia II, praktik segregasi rasial masih kuat. Bahkan pada 1930-an, sebagian masyarakat Amerika sempat bersimpati pada Nazi di Jerman.

Perang Dunia II dan Perubahan Posisi Amerika
Perang kemudian mengubah posisi Amerika.

Ketika akhirnya terlibat, Amerika bergabung dengan Sekutu melawan Jerman dan Jepang. Tentara Amerika berperan dalam membebaskan kamp-kamp kematian dan mempertahankan Eropa Barat.

Kemenangan ini membentuk identitas baru: Amerika sebagai pembela kebebasan.

Akhir perang menjadi titik balik. Eropa melemah. Dunia terbelah.

Dunia Terbelah: Amerika dan Uni Soviet
Di satu sisi, Amerika Serikat. Di sisi lain, Uni Soviet.

Di bawah serangan Adolf Hitler, Soviet mengalami kehancuran besar sebelum akhirnya berbalik menang, terutama di Stalingrad.

Uni Soviet sendiri lahir dari Revolusi Rusia 1917 yang dipengaruhi pemikiran Karl Marx.

Pasca perang, dua negara muda dengan ideologi berbeda menjadi pusat kekuatan dunia.

Dari sinilah, konflik global modern mulai terbentuk dan terus berjalan hingga kini.

Note: _Disarikan dari buku The Jakarta Method. Washington’s Anticommunist Crusade & the Mass Murder Program that shaped Our World. 2020. Oleh Vincent Bevins_