Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Dr. Adian Husaini, menegaskan pentingnya peran dakwah sebagai pilar utama dalam memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Wartapilihan.com, Cirebon, 26 Juli 2025 — Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DDII Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan di At-Taqwa Center, Cirebon.
“Islamisasi di negeri ini tidak pernah dilakukan dengan kekerasan. Justru para dai kita menyebarkan Islam hingga ke pelosok tanpa pamrih, bahkan tanpa gaji,” ujarnya di hadapan para peserta.
Ustadz Adian mengingatkan agar umat Islam berhati-hati dalam menyikapi informasi media sosial yang tidak terverifikasi. Ia mencontohkan bahwa berita yang beredar kerap kali hanya menampilkan 10% fakta dan dipengaruhi oleh sudut pandang wartawan.
“Kita harus cerdas. Jangan menyimpulkan sesuatu hanya dari judul berita,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Ustadz Adian juga mengenang keteladanan Mohammad Natsir, tokoh pendiri NKRI dan pendiri DDII. Menurutnya, jasa Natsir luar biasa dalam memperjuangkan negara kesatuan dan menggabungkan keislaman dengan keindonesiaan secara utuh.
“Natsir bukan hanya politisi, tapi guru bangsa. Beliau mengubah Republik Indonesia Serikat menjadi NKRI. Dan ketika dilarang berpolitik, beliau berdakwah mengirim dai ke pelosok-pelosok negeri,” ungkap Ustadz Adian.
Ia menambahkan, hingga kini DDII telah menyalurkan lebih dari 10 miliar rupiah bantuan untuk Palestina dan terus mengirim dai ke daerah pelosok. Pada tahun ini, DDII akan melepas 225 dai, meski permintaan dari daerah mencapai 450 orang.
Ustadz Adian juga menyampaikan harapannya agar 3 April ditetapkan sebagai Hari NKRI, mengingat pada tanggal tersebut Mohammad Natsir mengajukan Mosi Integral yang menyatukan kembali Indonesia menjadi negara kesatuan.
“Dakwah kita adalah dakwah yang solutif, yang menguatkan akidah, menegakkan syariah, merekatkan ukhuwah, dan mengokohkan NKRI,” pungkasnya.

