Pekerja Bawah Tanah Senilai Triliunan Rupiah

by

Bagaimana Mikroba dan Cacing Menghemat Kantong Petani dan Menyelamatkan Bumi

Wartapilihan.com, Jakarta– Bagi sebagian besar dari kita, tanah subur hanyalah media untuk menanam. Namun, bagi para ekonom lingkungan, tanah subur adalah sebuah “perusahaan jasa raksasa” yang bekerja cuma-cuma selama 24 jam sehari. Secara global, kontribusi biota tanah ini diestimasikan bernilai sedikitnya 1,5 triliun USD (sekitar 23 ribu triliun rupiah) per tahun!

Bagaimana mungkin makhluk-makhluk tak kasat mata di dalam tanah memiliki nilai ekonomi sebesar itu?

Pabrik Pupuk Gratis di Bawah Tanah

Saat kita memberi pupuk kimia pada tanaman, sebagian besar zat tersebut sebenarnya menguap atau hanyut terbawa air. Di sinilah mikroorganisme tanah masuk sebagai pahlawan. Ketika bakteri dan jamur tanah mati, tubuh mereka didekomposisi dan melepaskan nutrisi penting seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan Sulfur (S) langsung ke akar tanaman dalam bentuk yang siap santap.

Setiap kenaikan 1% bahan organik tanah pada lahan seluas satu ekar (sekitar 0,4 hektar) setara dengan investasi nutrisi gratis berupa:

  • Nitrogen:000 lbs (senilai ±500 USD)
  • Fosfor & Kalium: Masing-masing 100 lbs (senilai ±110 USD)
  • Sulfur: 100 lbs (senilai ±50 USD)

Total nilai tabungan nutrisi organik ini mencapai sekitar 680 USD (hampir 10 juta rupiah) per ekar secara cuma-cuma! Aktivitas biologis ini memangkas ketergantungan petani pada pupuk kimia sintetis yang mahal dan merusak lingkungan.

Bendungan Raksasa Tak Terlihat

Selain menyediakan nutrisi, jasa terbesar biota tanah adalah memperbaiki struktur fisik tanah. Cacing tanah yang membuat liang vertikal serta fungi yang mengeluarkan zat perekat alami membuat tanah memiliki banyak pori-pori mikro.

Setiap kenaikan 1% kandungan bahan organik tanah mampu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap dan menahan air hingga 25.000 galon air per ekar! Ini adalah benteng pertahanan alami terbaik saat musim kemarau tiba, sekaligus katup pengaman yang mencegah banjir dan erosi tanah saat hujan badai melanda.

Sayangnya, “pabrik gratis” ini sedang terancam hancur akibat penggunaan pestisida kimia berlebih dan pembajakan tanah yang terlalu intensif. Di seri ketiga, kita akan melihat bagaimana cara pandang spiritual, khususnya dalam nilai-nilai Islam, menuntun kita untuk memperlakukan para pekerja bawah tanah ini dengan penuh rasa hormat.