Wednesday, October 14, 2026
Home Uncategorized Kinerja Keuangan PT Bank Aladin Syariah Tbk Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT Bank Aladin Syariah Tbk Tahun 2025

0
9

Aset dan dana syirkah temporer tumbuh kuat, sementara laba kembali positif setelah mencatat rugi pada 2024.

+54,05% Aset+92,23% Dana SyirkahRp150,71 M Laba neto49,29% Car

Sekilas Tentang Kinerja Bank

Laporan keuangan tidak hanya berisi angka, tetapi juga meng-gam-bar-kan ba-gai-mana sebuah bank men-ja-lan-kan kegiatan usahanya. Pada PT Bank Aladin Syariah Tbk, laporan keuangan per 31 Desember 2025 me-nun-juk-kan per-u-ba-han yang cukup menarik di-ban-ding-kan tahun sebelumnya. Bank mencatat per-tum-buh-an aset yang besar, pe-ning-kat-an dana syirkah temporer, dan yang paling menonjol adalah per-u-ba-han dari rugi menjadi laba.

Bank Aladin Syariah Tbk me-ru-pa-kan bank umum syariah ber-ben-tuk per-u-sa-ha-an terbuka yang ber-ke-du-duk-an di Jakarta dan men-ja-lan-kan kegiatan usaha sebagai bank digital. Karena itu, kondisi ke-u-ang-an-nya menjadi in-for-ma-si penting bagi pemegang saham, nasabah, regulator, dan masyarakat.

Ilustrasi editorial: perbankan digital dan aktivitas keuangan.

Mengapa 2025 Menjadi Tahun yang Penting?

Salah satu per-u-ba-han terbesar terlihat pada laba. Pada 2024 Bank masih mencatat rugi neto sebesar Rp73.727 juta. Pada 2025, kondisi tersebut berbalik menjadi laba neto Rp150.709 juta. Per-u-ba-han ini berjalan ber-sa-ma-an dengan kenaikan total pen-da-pat-an pe-nge-lo-la-an dana sebesar 33,77% menjadi Rp820.588 juta dan kenaikan pen-da-pat-an usaha lainnya sebesar 178,19% menjadi Rp498.757 juta.

Pendapatan Tumbuh, tetapi Bagi Hasil Juga Naik

Total pen-da-pat-an pe-nge-lo-la-an dana me-ning-kat dari Rp613.442 juta pada 2024 menjadi Rp820.588 juta pada 2025. Namun, kenaikan pen-da-pat-an tersebut juga diikuti pe-ning-kat-an hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer, dari Rp308.801 juta menjadi Rp514.063 juta. Akibatnya, hak bagi hasil milik Bank hanya me-ning-kat tipis, yaitu 0,62%, menjadi Rp306.525 juta.

Aset Melonjak Lebih dari Separuh

Total aset Bank me-ning-kat 54,05% menjadi Rp14.422.179 juta. Kenaikan terutama terlihat pada giro dan pe-nem-pat-an pada Bank In-do-ne-sia yang naik 104,99%, serta in-ves-tasi pada surat berharga yang naik 113,93%. Pada sisi pembiayaan, musya-ra-kah tetap menjadi pem-bi-a-ya-an terbesar dan me-ning-kat 13,32% menjadi Rp4.646.461 juta.

Dana Syirkah Temporer Menjadi Sumber Dana Utama

Dana syirkah temporer me-ning-kat sangat besar, yaitu 92,23%, dari Rp5.410.031 juta menjadi Rp10.399.736 juta. Deposito mud-ha-rab-ah menjadi bagian terbesar, sebesar Rp9.304.846 juta. Pada 2025, dana syirkah temporer me-nyum-bang sekitar 72,11% dari total liabilitas, dana syirkah temporer, dan ekuitas.

Modal Tetap Kuat, tetapi Rasio CAR Turun

CAR turun dari 64,96% menjadi 49,29%. Pe-nu-run-an tersebut bukan berarti modal Bank menjadi lemah. Total modal justru me-ning-kat menjadi Rp3.274.625 juta. Rasio turun karena aset ter-tim-bang menurut risiko tumbuh lebih cepat. CAR 2025 masih berada jauh di atas ke-wa-ji-b-an pe-nye-di-a-an modal minimum ber-da-sar-kan profil risiko Bank sebesar 9,00% sampai 10,00%.

Kualitas Pembiayaan Perlu Terus Dipantau

NPF bruto naik dari 0,04% menjadi 0,22%, se-dang-kan NPF neto naik dari 0,03% menjadi 0,15%. Angka tersebut masih kecil, tetapi pe-ning-kat-an-nya tetap perlu diperhatikan. Bank juga me-ning-kat-kan pem-ben-tuk-an cadangan kerugian pe-nu-run-an nilai aset pro-duk-tif dari Rp20.548 juta menjadi Rp50.757 juta.

Profitabilitas Kembali Positif

Dengan laba neto Rp150.709 juta, ROA pada 2025 mencapai 1,04% dan ROE 4,58%. Pada 2024 keduanya masih negatif karena Bank meng-a-lami rugi. Artinya, ke-mam-pu-an Bank meng-ha-sil-kan laba dari aset dan ekuitas membaik, meskipun ROE yang masih relatif kecil me-nun-juk-kan ruang untuk me-ning-kat-kan efek-ti-vi-tas peng-gu-na-an ekuitas.

Arus Kas Menguat

Kas neto dari ak-ti-vi-tas operasi me-ning-kat dari Rp622.526 juta pada 2024 menjadi Rp4.732.904 juta pada 2025. Kenaikan ini sangat di-pe-nga-ruhi per-tum-buh-an dana syirkah temporer. Pada akhir 2025, kas dan setara kas mencapai Rp4.517.794 juta, me-ning-kat 105,21% di-ban-ding-kan tahun sebelumnya.

Visual arus kas dibuat dari angka dalam paper.

Apa Artinya bagi Masa Depan Bank?

Secara keseluruhan, kinerja keuangan PT Bank Aladin Syariah Tbk pada 2025 me-nun-juk-kan arah yang lebih baik. Per-tum-buh-an aset, dana syirkah temporer, pendapatan, dan laba menjadi sinyal positif. Namun, per-tum-buh-an tersebut tetap perlu di-im-bangi dengan pe-nge-lo-la-an risiko. Pe-nu-run-an CAR, kenaikan NPF, dan turunnya porsi ekuitas terhadap aset me-ru-pa-kan beberapa hal yang perlu terus dipantau.

Dengan  mem-per-ta-han-kan  kualitas  pembiayaan,  menjaga  ke-cu-kup-an  modal,  dan  me-nge-lo-la per-tum-buh-an dana secara hati-hati, Bank memiliki ruang untuk me-lan-jut-kan per-ba-ik-an kinerja. Analisis ini me-nun-juk-kan bahwa melihat kinerja bank tidak cukup hanya dari laba; per-tum-buh-an aset, sumber dana, kualitas pembiayaan, modal, dan arus kas perlu dilihat secara bersama-sama.

Kesimpulan

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, kinerja PT Bank Aladin Syariah Tbk secara umum membaik dibandingkan 2024. Total aset naik 54,05%, dana syirkah temporer naik 92,23%, dan Bank berhasil berbalik dari rugi neto menjadi laba neto Rp150.709 juta. Profitabilitas juga berubah dari negatif menjadi positif.

Di sisi lain, CAR turun menjadi 49,29% dan NPF bruto meningkat menjadi 0,22%. Kedua indikator tersebut tetap perlu menjadi perhatian dalam menjaga pertumbuhan yang sehat. Dengan demikian, 2025 dapat dilihat sebagai periode pemulihan dan pertumbuhan bagi Bank, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan risiko dan kualitas pembiayaan.

Penulis:

Lingga Aryasatya Widodo • Hanafi Aprian Sumarianto • Azizul Laufaldi • Idris

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Pamulang

Sumber

Laporan keuangan PT Bank Aladin Syariah Tbk untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan laporan auditor independen. Angka dan analisis diolah dari paper yang diberikan, dengan re-fe-ren-si Hery (2021), Ikatan Akuntan In-do-ne-sia (2024), Kasmir (2019), Otoritas Jasa Keuangan (2014), dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (2026).

Indikator20252024Perubahan
Total asetRp14.422.179 jutaRp9.362.085 juta+54,05%
Dana syirkah temporerRp10.399.736 jutaRp5.410.031 juta+92,23%
Laba/(rugi) netoRp150.709 juta(Rp73.727 juta)Berbalik laba
CAR49,29%64,96%Menurun
NPF bruto0,22%0,04%Meningkat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here