VOC, Perusahaan Yang Jauh Lebih Kaya dari Microsoft & Apple disatukan?

by

Siapakah perusahaan terkaya sepanjang sejarah? mungkin dalam pikiran kita spontan jawab Microsoft, Google, Standard Oil dll. Padahal jawabannya adalah VOC, perusahaan yang menjajah Indonesia ini sayangnya cuma sepintas dibahas dalam buku sejarah disekolah.

Wartapilihan.com, Jakarta—Dari sebuah thread di twitter, akun Mazzini @Demokratik_  menjelaskan beberapa info menarik tentang VOC. Berikut isi thread tersebut dengan beberapa penyesuaian redaksional dan tambahan data pelengkap.

VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang sebagian besar keuntungannya hasil dari mengeksploitasi bumi Indonesia ini jadi perusahaan yang gak tertandingi kekayaannya sampai detik ini Liat deh, perlu 20 perusahaan modern digabung jadi satu, untuk menyamai nilai kekayaannya VOC.

Yuk kita urutkan dari yang terkecil, 8 perusahaan terkaya & terbesar sepanjang sejarah (sumber: https://www.visualcapitalist.com/most-valuable-companies-all-time/ )

  • Microsoft : $ 0,9 Trillion
  • Apple : $ 1 Trillion
  • Standard Oil : $ 1,1 Trillion
  • Petro China : $ 1,4 Trillion
  • Saudi Aramco : $ 4,1 Trillion
  • South Sea Company : $ 4,3 Trillion,
  • Mississippi Company : $ 6,5 Trillion
  • VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) : $ 7,9 Trillion Kekayaan VOC ini setara dengan Rp 111 ribu triliun.

Wajar VOC jadi perusahaan gak terkalahkan, karena Saudi Aramco, perusahaan modern sekarang kekayaannya Rp 14 ribu triliun. Perlu 20 perusahaan modern saat ini untuk menyamai kekayaan VOC. Dimana perusahaan teknologi seperti Facebook, atau Google?

Facebook, perusahaan bentukan Mark Zuckerberg memiliki nilai aset $88.9 milyar saja, Sedangkan Perusahaan pembesut Google, Youtube dan Android ternyata memiliki perusahaan $206.9 Milyar dolar Amerika Serikat saja (lihat: https://today.line.me/id/pc/article/Bukan+Google+Ini+10+Perusahaan+Teknologi+Paling+Tajir+di+Dunia-wL8k80). Masih jauh bila dibandingkan dengan kekayaan VOC ini.

Kita lewati sejarah bagaimana VOC menguasai Nusantara hingga ratusan tahun, bagian ini biasanya sudah ada di buku-buku pelajaran sejarah yang diajarkan di sekolah. Kita langsung ke bagian setelah berdirinya VOC di Nusantara.

Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia sekaligus perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem pembagian saham didunia. Dibawah ini surat saham pertama didunia milik VOC:

VOC sebagai emiten & bursa saham pertama di dunia (1602) yang pusat bursa sahamnya di Amsterdam ini jadi acuan & contoh banyak bursa saham di belahan dunia, seperti Paris Bourse (1724), Philadelphia Stock Exchange (1790) & London Stock Exchange (1801). Sedangkan untuk bursa saham VOC di Nusantara sendiri agak belakangan didirikannya, yaitu 14 Desember 1912. Bursa Saham Batavia milik VOC ini juga merupakan cikal-bakal Bursa Efek Indonesia (BEI).

Faktor penting yang membuat VOC jadi perusahaan besar, karena VOC diberi hak istimewa oleh pemerintah Belanda. Bahkan VOC juga punya hak, atas nama Pemerintah Belanda yang waktu itu masih berbentuk republik, untuk membuat perjanjian kenegaraan & menyatakan perang kepada suatu negara.

Apa saja hak istimewa VOC dari pemerintah Belanda? Nama hak istimewa VOC ini disebut hak Oktroi. Berikut rinciannya:

  1. Membentuk angkatan perang
  2. Melakukan perang & mengadakan perdamaian
  3. Merebut & menduduki daerah-daerah asing di luar Belanda
  4. Memerintah daerah-daerah tersebut
  5. Menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri
  6. Memungut pajak.

Wewenang ini yang mengakibatkan, perusahaan seperti VOC, bisa bertindak layaknya satu negara. Berantas siapapun penduduk lokal yang melawan VOC. Inilah barangkali penyebab nenek moyang kita menyebut penjajah dengan julukan “Kompeni” karena mereka melawan tentara” perusahaan VOC, bukan tentara pemerintah Belanda.

Dengan banyaknya hak istimewa ini, VOC leluasa menjual & mengangkut rempah-rempah, hasil bumi, menjual komoditas khas negeri tropis seperti ayam, beras, kuda, bahkan budak. Sehingga VOC pada puncak kesuksesannya menjadi perusahaan dagang swasta terkaya di dunia, bahkan sepanjang sejarah peradaban manusia. Setidaknya sampai saat ini, dengan asset lebih dari 150 perahu dagang, 40 kapal perang, 50.000 pekerja, dan angkatan bersenjata pribadi berjumlah 10.000 tentara.

Tidak hanya di Indonesia, daerah kekuasaan VOC membentang dari wilayah Afrika bagian selatan, sampai Selat Magelhaens. VOC tercatat mempunyai pos di Tanjung Harapan, Persia, Benggala, Ceylon, Malaka, Siam, Cina daratan, Formosa & selatan India

Tapi lambat laun sepak terjang VOC yang hampir 2 abad menguasai perdagangan di Indonesia & wilayah Asia Tenggara lainnya, mulai meredup & bangkrut karena banyak pegawai VOC yang melakukan kecurangan dan korupsi.

Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan melawan perjuangan pahlawan & penduduk lokal di Nusantara, jadi faktor kebangkrutan VOC juga. Contoh yang paling menguras tenaga & dana VOC, saat perang melawan Sultan Hasanuddin dari Gowa, Sulawesi Selatan

Faktor lain, karena Belanda diinvasi oleh tentara Napoleon Bonaparte dari Prancis, sehingga Desember 1799, VOC resmi bubar karena bangkrut, aset-asetnya dialihkan kepada pemerintahan Belanda dan pemerintah Belanda melanjutkan penjajahan VOC di Nusantara sampai 1942. Kalah dengan serbuan tentara Jepang pada  perang dunia II.

Semoga fakta sejarah ini bisa membuka mata kita TENTANG BESARNYA KEKAYAAN ALAM INDONESIA! Jika dikelola dengan baik, kita bisa merajai perdagangan dunia. VOC sudah membuktikan, mereka jadi perusahaan terkaya dalam sejarah, sayangnya saat itu kita hanya menjadi objek penderita, anak jajahan alias inlander.

VOC memang bubar secara lembaga, tapi sistem, aset & monopolinya masih jalan, diteruskan Belanda. Nah, Belanda buka pasar modal disini yang merupakan cabang dari Amsterdamse Effectenbeueurs 14 Desember 1912. Karena Amsterdamse Effectenbeueurs sendiri dibangun dari uang hasil dari VOC, tentu saja masih berkaitan.