Usamah Hisyam : Banyak Negara Islam Takut Yahudi

by
Peserta Konferensi Al Quds dari Indonesia. Foto: Dok. Pribadi.

Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia, Usamah Hisyam memyampaikan keharuannya mengikuti acara konferensi Al Quds, 13-14 April 2018. Acara di Istambul Turki itu diikuti oleh ulama dan dai dari berbagai negara.

Wartapilihan.com, Istambul –“Saya di forum Al Quds bertemu 93 ustadz-ustadz muda usia di bawah 40 tahun asal Indonesia maupun yang berada di negara negara Islam lulusan perguruan tinggi negara-negara Arab,” kata Usamah dalam catatan seusai konferensi hari ini (15/4).

Menurut mantan politisi PPP ini, tokoh-tokoh muda dari berbagai negara itu pintar-pintar dan militan dalam perjuangan pembebasan Al Aqsa yang berada di kota tua Al Quds yang telah dilumpuhkan yahudi. “Mereka senang untuk diundang menghadiri Jambore Nasional Dai Parmusi nanti,” terang Ketua Umum Parmusi ini.

Salah satu tugas yang diamanahkan dari konferensi ini agar semua ulama dan tokoh peserta konferensi melakukan dauroh kepada generasi muda muslim di negara masing -masing agar memahami dan melanjutkan perjuangan jihad fisabilillah pembebasan Al Aqsa dan Al Quds.

“Warga Palestina kini hidup dalam kondisi kritis di bawah garis kemiskinan, tiap hari terjadi puluhan kematian warga karena wabah penyakit, ayah dan anak laki-laki di penjara dalam rumah-rumah. BIla ada yang lolos keluar dikenakan denda pajak puluhan dolar,” jelasnya menyimpulkan dari para pembicara konferensi.

Warga Kota tua Al Quds kini sangat membutuhkan logistik. “Sementara banyak negara-negara Islam yang sudah mulai melupakan Al Quds, kota ketiga yang disucikan Allah SWT, karena takut pada negara zionis yahudi dan Donald Trump. Padahal masalah Al Quds, masalah Al Aqsa adalah ujian aqidah islamiyah bagi umat Islam dunia. Tetapi kini ada ketakutan dan kegentaran dari sebagian besar ummat islam dunia, sehingga mereka berada pada posisi bersahabat dengan yahudi,” jelasnya.

Padahal Al Quds dan Al Aqsa tidak sendirian. Sejarah telah mencatat kepahlawanan Umar Al Farouk dan Salahudin Al Ayyubi yang pernah merebut dan menguasai Al Quds. “Tetapi hari ini kita tak lagi memerlukan pahlawan pahlawan masa lalu. Yang dibutuhkan sekarang adalah pahlawan-pahlawan masa kini yang siap berjihad membebaskan Al Quds. Karena para pejuang Al Quds /Al Aqsa harus meyakini pertolongan Allah SWT akan segera datang, setelah yahudi berpesta pora dengan kekayaan dan jumlah penduduk serta kekuasaannya yang kian meluas di dunia.”

Menurut Usamah, kaum muslimin harus ingat bahwa Al Quds adalah kota tua yang di atas tanahnya berada masjid Al Aqsa, yang menjadi masjid kedua perjalanan Rasulullah ketika melaksanakan Isra’ Mi’raj menghadap Allah SWT. “Lantas, para ulama dan tokoh pergerakan Islam dunia peserta konferensi harus menjawab pertanyaan ini di negaranya masing-masing, kepada pemerintahannya masing-masing, termasuk kader-kader Parmusi, apakah pembebasan Al Aqsa, Al Quds, kita biarkan hanya dibebankan keoada warga Palestina, dan kita semua ikut-ikutan takut pada zionis Israel, karena para pemimpin sejumlah negara Islam mulai meninggalkan Al Quran?” tanya Usamah yang beberapa hari lalu bertemu Habib Rizieq di Makkah.

Karena itu para ulama mujahid di forum ini sepakat bahwa Rasulullah sudah mengisyaratkan Al Aqsa dan Al Quds akan dibebaskan dan direbut oleh para pemuda muslim yang tangguh dari seluruh dunia. “Maka para tokoh yang hadir harus menyiapkan multaqa (konferensi) Al Quds di negaranya masing masing untuk mempersiapkan para pemuda muslim dunia yang akan bersatu membebaskan Al Quds dan Al Aqsa ke pangkuan umat Islam,” paparnya.

Selain Usamah, hadir puluhan tokoh muda Indonesia dalam konferensi ini. Diantaranya : Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Zaitun Rasmin, Ustadz Jeje Zainudin, dan lain-lain. Ustadz Bachtiar adalah salah satu tokoh yang menyampaikan orasi dalam konferensi yang bergengsi ini. II

Izzadina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *