Tunda Pemilu: Pengalihan Isu IKN atau Test Ombak?

by

Ir. Munawar, MSi, PhD

Pemberitaan media online tentang IKN (Ibu Kota Negara) selama 3 bulan terakhir ini memang cukup gencar. Hal ini nampak dari Gambar 1 di bawah ini, dimana mencapai puncaknya dalam 30 hari terakhir. Nampaknya, pemberitaan IKN justru didominasi dengan sentiment negative, yang tentu saja membuat pemerintah kurang nyaman.

Gambar 1. Tren pemberitaan 3 bulan terakhir

Ketika kemudian bermunculan isu-isu lain yang juga menjadi pembicaraan netizen, seperti tunda pemilu; Jokowi 3 periode; dan minyak goreng langka, muncul dugaan isu-isu ini seperti pengalihan ‘spot light’ dari IKN ke isu-isu lain. Benarkan dugaan ini?

Gambar 2. Tren pemberitaan 30 hari terakhir

Apa sebenarnya sentiment negative tantang IKN ini? Sepanjang yang ramai diberitakan di media online, diantaranya adalah isi pembicaraan di group whatsapp ibu-ibu TNI yang mengkritik IKN (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220303130053-12-766333/rocky-gerung-ungkap-isi-whatsapp-ibu-ibu-tni-yang-ditegur-jokowi). Disamping itu juga digugatnya UU IKN ke MK meski belum genap sebulan disahkan (https://nasional.kompas.com/read/2022/02/03/05400041/belum-genap-sebulan-disahkan-kini-uu-ikn-digugat-ke-mk-?page=all).

Puyeng dengan isu IKN yang tidak kunjung reda, entah disengaja atau tidak, meledaklah isu minyak goreng langka. Padahal kalau menurut Faisal Basri, biang keladi kisruh minyak goreng ini adalah pemerintah sendiri (https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5945271/faisal-basri-biang-keladi-kisruh-minyak-goreng-adalah-pemerintah).

Ternyata isu minyak goreng langka ini tetap belum bisa meredam isu IKN. Kemudian muncul isu Jokowi 3 periode, ini pun entah disengaja atau tidak. Isu ini bergulir intensif mulai awal Februari 2022, namun tetap tidak bisa mengalahkan isu IKN.

Belakangan isu tunda pemilu muncul, entah disengaja atau tidak. Kali ini tidak tanggung-tanggung, 3 ketum parpol mewacanakan Pemilu 2024 ditunda (https://www.tribunnews.com/nasional/2022/03/03/lempar-wacana-pemilu-2024-ditunda-tiga-ketum-parpol-pengusul-ditagih-ucapannya). Muhaimin selaku ketum PKB mengklaim dukungan 60 juta akun medsos mendukung penundaan pemilu dari hasil analisis big data (https://nasional.kompas.com/read/2022/02/27/14361531/muhaimin-klaim-banyak-pihak-setuju-pemilu-2024-ditunda?page=all).

Sementara Airlangga Hartanto selaku ketum Golkar mengaku menerima aspirasi petani Kabupaten Siak (Riau) soal perpanjangan masa jabatan presiden Jokowi (https://news.detik.com/berita/d-5957189/airlangga-terima-aspirasi-petani-sawit-soal-perpanjang-masa-jabatan-jokowi). Tidak ketinggalan Zulkifli Hasan selaku ketua PAN juga mendukung penundaan pemilu (https://www.jawapos.com/nasional/politik/25/02/2022/giliran-ketum-pan-zulkifli-hasan-dukung-penundaan-pemilu-2024/).

Meski wacana pemilu ditunda dan Jokowi 3 Periode semakin ramai, Jokowi selaku presiden dinilai lamban merespon, meski memang akhirnya merespon juga (https://nasional.kompas.com/read/2022/03/05/09580711/akhirnya-jokowi-buka-suara-janji-patuhi-konstitusi-tapi-sebut-wacana?page=all). Lambannya respon ini bisa jadi memiliki tujuan ganda yaitu untuk meredam isu tentang IKN sekaligus semacam ‘test the water’ tentang wacana perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan pemilu. Hal ini bisa jadi semacam tindak lanjut untuk menangkap aspirasi atas survey tingkat kepuasan terhadap Jokowi yang mencapai 70 % (https://nasional.kompas.com/read/2022/02/21/16184341/membandingkan-survei-tingkat-kepuasan-publik-terhadap-kerja-jokowi-yang?page=all).

Logikanya, kalau memang masyarakat puas terhadap kinerja Jokowi, maka dukungan atas Jokowi 3 periode akan tinggi. Minimal kalaupun tidak bisa 3 periode paling tidak bisa memperpanjang masa jabatan dengan menunda pemilu. Meski memang akhirnya jadi aneh juga ketika pemilu ditunda, jabatan gubernur (misal Anies sebagai gubernur Jakarta diberhentikan dan diganti Plt), namun jabatan presiden justru diperpanjang.

Benarkah masyarakat mendukung ide tunda pemilu atau Jokowi 3 periode? Untuk menjawab hal tersebut, telah dilakukan crawling data dari Twitter selama seminggu terakhir. Hasilnya bisa dilihat pada Gambar 3 dan Gambar 4. Dari Gambar 4 terlihat bahwa opini yang mendukung isu tunda pemilu maupun Jokowi 3 Periode hanya sebesar 29,4 % saja dibandingkan yang menentang (56,2 %) dan yang netral (14.4 %).  Sedangkan wordcloud atas opini yang ada di Twitter baik yang mendukung maupun menolak bisa dilihat pada Gambar 5. Contoh opini 10 teratas hasil analisis sentimen baik yang negatif maupun positif bisa dilihat di Gambar 6.

Gambar 3. Hasil crawling data dari Twitter seminggu terakhir
Gambar 4. Hasil polarisasi opini Twitter seminggu terakhir

 

Gambar 5. Peta wordcloud yang mendukung (positif) dan yang menolak (negatif) atas isu Tunda Pemilu dan Jokowi 3 Periode.

Gambar 6. Polarisasi 10 cuitan teratas baik positif maupun negatif

Gambar 7. Peta SNA

Dari hasil peta SNA (Social Network Analyzer) terlihat hanya ada satu cluster besar yang menggambarkan ‘pertempuran’ para pihak baik yang mendukung maupun yang menolak ide Jokowi 3 Peiode dan Pemilu Ditunda. Hanya ada sedikit pencilan dimana ernestprakasa menyatakan bahwa meski dia mendukung Jokowi di 2 periode sebelumnya, namun tidak setuju Jokowi 3 periode. Majunya Jokowi untuk ketiga kalinya merupakan kartu merah, cuitnya. Demikian juga Azyumardi Azra yang sebelumnya mendukung Jokowi selama 2 periode, juga  tidak mendukung pemilu ditunda karena perkataan Jokowi selalu berlawanan dengan tindakan (https://nasional.kompas.com/read/2022/03/02/21150601/soal-wacana-penundaan-pemilu-azyumardi-saya-melihat-gejalanya-perkataan?page=all). Apalagi kalau mengingat bahwa publik menolak pemilu 2024 ditunda (https://www.jawapos.com/nasional/politik/03/03/2022/lsi-sebut-mayoritas-publik-menolak-pemilu-2024-ditunda/). Kalau tetap melanjutkan ide penundaan pemilu, banyak pihak meramalkan akan game over… (https://www.detik.com/jateng/berita/d-5968787/ide-penundaan-pemilu-2024-disebut-game-over-ini-kata-pkb).

Mari kita saksikan bersama-sama, bagaimana akhir dari semua drama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *