TKN Legawa Kalah Total di Sumatera Barat

by

Kendati demikian, partai pengusung meyakini peta politik ke depan akan berubah dan dinamis.

Wartapilihan.com, Jakarta — Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, PDI Perjuangan menanggapi seluruh hasil pemilu presiden dan legislatif sebagai bagian pendidikan politik rakyat.

“Meski di Sumatera Barat, Pak Jokowi dan PDI Perjuangan tertinggal jauh, tetapi kami percaya bahwa peta politik dalam tahun-tahun ke depan akan berubah,” kata Hasto, Ahad (21/4).

Menurut dia, masyarakat Sumbar adalah masyarakat yang open mind, melahirkan banyak pahlawan nasional, dan cendekiawan berpikiran kebangsaan dengan tradisi ke-Islaman yang kuat dan berkemajuan.

“Apa yang terjadi merupakan proses dialektis sebagai bagian pendidikan politik rakyat,” katanya.

Dengan demikian, Jokowi-Amin tetap akan memerhatikan pembangunan di Sumbar sebagai pelaksanaan konsepsi Indonesia Sentris. Ia mengatakan, Sumbar dengan tradisi budaya Minang, mampu berakulturasi dengan baik dengan seluruh kebudayaan nusantara lainnya.

“Bahkan Nasi Padang melalui jejaring restoran Padang pun diterima luas. Karena itulah rasa cinta PDI Perjuangan terhadap makanan Padang justru semakin kuat. Kami meyakini dengan memberikan perhatian kepada kebudayaan Minang dan menghormati kepeloporan para cendekiawan dan pahlawan nasional dari Sumatera Barat, lambat namun pasti, akan merubah cara pandang dan pemikiran rakyat Sumbar. Semua bagian dari pendidikan politik,” paparnya.

PDI Perjuangan juga menegaskan kuatnya akar sejarah Ibu Megawati Soekarnoputri dan mendiang Taufiq Kiemas dengan masyarakat Sumbar. Anggap saja, jelas Hasto, selama kampanye yang lalu, adanya awan yang menutupi, membuat PDI Perjuangan belum masuk ke hati dan pikiran masyarakat Sumbar.

“Kami hormati keputusan mereka. Inilah indahnya demokrasi. Terlebih dengan kuatnya rasa cinta Ibu Megawati, yang ditunjukkan dengan menjadi kolektor terlengkap tanaman bumbu-bumbuan makanan Padang yang bercita-rasa luar biasa lezatnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, menghadirkan kuliner Nusantara diyakini semakin memperluas cara pandang politik dalam seluruh capaian hasil kebudayaan bangsa melalui koleksi bumbu-bumbuan khas Nusantara yang menciptakan kuliner seperti bercita rasa surga.

Adi Prawiranegara