Titik Soeharto Besuk Peserta Aksi yang Keracunan

by

Titiek mendorong Rumah Perjuangan Rakyat untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) menyelelidiki ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia usai bertugas.

Wartapilihan.com, Jakarta — Putri mantan presiden Soeharto, Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto menjenguk langsung para korban aksi tolak pemilu curang di depan Bawaslu RI di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Mereka keracunan setelah memakan kue dari orang tidak dikenal yang ditaruh di koper berwarna merah.

“Tengah malam tadi pukul 00.30 saya menjenguk relawan 02 di RSCM, sangat menyedihkan.. mereka keracunan makanan sehabis mengikuti aksi damai Jumat siang di Bawaslu. Mereka makan kue-kue yang diantar dalam koper merah oleh orang tidak dikenal,” cuit Titiek di akun Twitter-nya.

Berbagai komentar positif dan negatif ditulis netizen merespon postingan mantan anggota DPR RI itu. Berikut petikannya:

“Matur nuwun Bu… Sudah mau menjenguk rakyat di tengah malam. Njenengan juga harus jaga kesehatan. Semoga para relawan diberikan kesembuhan oleh Allah. Aammiiin,” kata akun @PrassNana.

“Hahaha pastikan dulu bu di laboratorium….baru bisa bilang “meracuni orang”…..buru² amat” menggoreng” beginian…..,” ujar akun Miykeyo80.

“Astagfirulloh, sangat biadad , mudah2an para relawan segera pulih kembali,” tutur @Marlina_Idha.

“Astagfirullah, tega skali org yg berbuat sperti itu, Pak Polisi @DivHumas_Polri apakah ini akan kalian selidiki????,” tanya @Mardianadale.

“Semoga pak Polisi benar-benar berada di tengah.. Demi kepentingan dan keamanan masyarakat. Tidak berpihak,” jawab akun @NinaZ38993024.

“Yakin saja mb, tdk ada yg bisa mengalahkan Kekuatan Doa, Biarkan mereka menguasai seluruh negeri ini tp Kekuasaaan Sesungguhnya Hanya MiliikNYA,” imbuh @Mardianadale.

“Belum pernah terjadi di Indonesia dan negara lain pun, korban meninggal petugas Pemilu yang begitu banyak. Saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban semoga Allah SWT menempatkan mereka di surga,” kata Titiek.

Sebelumnya, Titiek mendorong Rumah Perjuangan Rakyat untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) menyelelidiki ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia usai bertugas. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat hingga Sabtu (11/5), Petugas KPPS yang meninggal mencapai 469 jiwa.

“Di negara mana dan di zaman apa, ada korban begitu banyak yang meninggal dalam suatu pemilu. Hanya ada di periode ini,” kata Titiek Soeharto, saat menghadiri acara Kemanusiaan untuk Korban Meninggal Anggota KPPS dan Polri di Rumah Perjuangan Rakyat, Jakarta, Jumat (3/5).

Karenanya, ia mendorong pemerintah bertanggungjawab atas musibah nasional ini dengan memberi perhatian khusus pada keluarga korban. Titiek memberikan rekomendasi agar dibentuk Tim Pencari Fakta untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“Ini tidak ada yang merasa bertanggungjawab, tidak ada yang harus berduka cita. Mestinya ada yang menyatakan bela sungkawa, ada apa ya dengan pemerintah. Diam saja begitu. Saya rasa kita harus bentuk Tim Pencari Fakta karena yang meninggal ini ratusan jiwa,” saran Titiek.

Adi Prawiranegara