Tentang Anting

by
Anting ,,Foto:istimewa

Demi mendengar cerita Aisyah itu. Rasulallah SAW mengatakan, engkau bagiku seperti Abu Dzar pada Ummu Abu Dzar.

Dua kisah di atas kemudian melahirkan ihktilaf di kalangan para ahli fiqh, apakah hukum memakai anting?

Menurut madzhab Hanafi dan Hanbali, hukum memakai anting adalah sunnah sebab sesuatu yang tidak dilarang Rasulallah SAW adalah bentuk “sunnah taqririyah” atau “persetujuan Nabi” atas suatu hal.

Sementara, madzhab Syafii tidak menganjurkan menggunakan anting. Bahkan cenderung melarangnya. Sebab, menurut pendapat madzhab ini, melukai anggota tubuh untuk berhias adalah perbuatan yang menganiaya dan menyebabkan dosa. Kaitannya dengan kisah Aisyah di atas tak ada penjelasan apapun tentang anjuran Rasulallah SAW memakai anting. Ucapan Nabi SAW lebih menunjukan bahwa beliua SAW mencintai Aisyah seperti Abu Dzar mencintai isterinya.

Jadi, memakai anting adalah pilihan. Dan, nampaknya, untuk urusan yang satu ini, para wanita kita lebih memilih menggunakan madzhab Hanafi ketimbang madzhab Syafii. Padahal (dulunya) anting adalah lambang perbudakan bahwa wanita itu milik majikannya.

Pasti ada wanita yang mau bilang, “Wanita memang senang dimilki seutuhnya kok Pak…” hehe…. itu sih lain bab pembahasannya. II

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *