Status Ijazah Menggoyang Mawardi Yahya

by
Syamsul Rizal berbaju abu-abu. Foto: Istimewa

Dua hari menjelang hari H Pilkada serentak, keabsahan ijazah calon wakil Gubernur (berpasangan dengan Herman Deru) Sumatera Selatan (Sumsel), terus disoal.

Wartapilihan.com, Palembang –Demo-demo yang dilakukan komunitas-komunitas moralis yang ada di Sumsel, khususnya Palembang, terus bergulir. Mereka mempertanyakan keaslian ijazah yang digunakan oleh salah satu calon wakil Gubernur, Mawardi Yahya.

Adalah Syamsul Rizal yang memiliki data dan informasi dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Mawardi Yahya, menegaskan, dirinya telah mendapatkan bukti baru yang layak bagi aparat kepolisian untuk mencabut SP3 kasus ini di Polda Sumsel.

Syahril Anwar dan Helmansyah, dua alumni STM Pertambangan tahun 1977, telah membuat peryataan di atas meterai Rp 6000 dan disahkan notaris bahwa mereka pernah menjadi siswa STM Pertambangan Palembang dari tahun 1975 sampai 1977 (atau dari kelas satu sampai kelas tiga) dan lulus ujian.

Semasa menjadi siswa STM Pertambangan Palembang tahun 1975 sampai 1977 mereka tidak pemah melihat maupun mengenal Mawardi Yahya sebagai siswa STM Pertambangan Palembang tahun 1975 sampai 1977.

Selain itu mereka tidak pernah melihat Mawardi Yahya praktik lapangan di perusahaan tambang (PT TABA Muaraenim, PT Stanvac Indonesia di Pendopo, PT Timah Bangka) yang ada di Sumatera Selatan sebagai syarat utama untuk bisa mengikuti ujian akhir tahun 1977.

“Polda Sumsel mengambil ijazah Helmansyah dan Mawardi dibawa ke Forensik Polda Sumsel, bilang blankonya sama dan asli. Saya bilang uang Rp100 ribu plastik dengan uang Rp 100 ribu kertas, siapa bilang uang Rp100 ribu plastik itu palsu, enggak ada, asli tapi tidak bisa dibelanjakan,” kata Syamsul Rizal kepada wartawan di Palembang, Selasa (12/6).

Selain itu apa pun bukti yang dirinya sodorkan selalu ditolak Polda Sumsel yang mengatakan bukan novum (bukti baru). Dengan pengakuan Syahril Anwar dan Helmansyah menurutnya, novum atau bukti baru yang sudah dia serahkan ke Mabes Polri untuk diusut kasus ini

“Saya sudah memiliki banyak data ditambah lagi dengan surat pernyataan dari 2 alumni ini, ada orang yang berjuang untuk sekolah dengan benar tapi ada juga yang tidak sekolah dan hanya dengan bayar Rp 20 juta dapat ijazah,” kata Syamsul Rizal.

Dalam kesempatan yang sama, Aminulah, Ketua Kesatuan Aksi Pemantau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KAPAKKN) Sumsel menyampaikan bahwa pihaknya berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan segera memberikan daftar peserta ujian dan siswa yang lulus ujian STM Tambang di tahun dimana salah satu kandidat calon Wakil Gubernur Sumsel dinyatakan lulus ujian.

Kalau didaftar tersebut ada nama kandidat calon Wakil Gubernur Sumsel berarti ijazah STM Tambang yang selama ini digunakan asli tapi jika tidak, tentu pihak kepolisian harus segera bertindak.

“Kita berharap pihak Disdik bisa kooperatif, sebab dugaan ijazah palsu ini sudah kita laporkan ke Bareskrim Polri,” katanya.

Jika kelompok moralis getol menyoal keabsahan ijazah yang dimiliki oleh Mawardi Yahya, pihak yang dihujat sejauh ini tak mau merespon. Tugas polisi yang diharapkan bisa menguak dugaan asli tidaknya ijazah yang dituduhkan itu. Semoga saja Pilkada esok hari berjalan secara tertib dan aman.

H. Mohammad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *