Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam dan Maghazi Al-Waqidi

by
foto:istimewa

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam dan Al-Maghazi Al-Waqidi merupakan dua kitab sirah Nabawiyah tertua yang masih utuh hingga saat ini. Ibnu Hisyam, sejarawan Muslim yang hidup sezaman dengan Imam Syafi’i ini menulis sirahnya secara lengkap. Mulai dari masa sebelum Rasulullah hingga wafatnya beliau, sedangkan Al-Waqidi, sejarawan yang sedikit lebih senior masanya, memilih untuk fokus menulis peperangan Rasulullah pasca hijrah.

Wartapilihan.com, Jakarta –-Kedua kitab tersebut disebut Maghazi. Namun demikian, kedunya dinilai berbeda dalam pandangan para ulama hadits. Para ulama hadits menentukan bahwa sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam lebih terpercaya dari Al-Waqidi, lantaran umumnya ulama hadits menilai riwayat Al-Waqidi berderajat matruq.

Begitulah, meski sekretaris sekaligus murid Al-Waqidi, yakni Ibnu Sa’ad Al-Baghdadi penulis kitab Thabaqat Al-Kubra sering dianggap figur terpercaya, dan banyak meriwayatkan dari gurunya itu, namun riwayat Al-Waqidi tidak diterima oleh para ulama hadits khususnya jika meriwayatkannya seorang diri.

Walaupun demikian, dalam hal pengetahuan sejarah maupun sirahnya, para ulama amat mengakui Al-Waqidi, khususnya dalam hal sejarah peperangan Rasulullah, sehingga kitabnya bisa dipergunakan untuk memperkaya konstruksi sejarah Rasulullah. Itu pula sebabnya Ibnu Sa’ad sebagai sekretaris dan muridnya Al-Waqidi, saat meriwayatkan hadits maupun khabar dari gurunya, ia selalu memperkuatnya dengan riwayat lain. Itu terbukti dalam kitab _Thabaqat Al-Kubra_nya.

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam merupakan “cetak biru” dari maghazi wa siyar Ibnu Ishaq (w.150 H) ulama tabi’ut tabiin yang dianggap paling mumpuni soal sirah nabawiyah.

Sebagai contoh keandalan Ibnu Ishaq, ulama kaliber Imam Al-Bukhari turut menggunakan riwayat Ibnu Ishaq, sedangkan Imam Ibnu Katsir memuji Ibnu Ishaq sebagai imam(puncaknya)-nya ahli sirah.

foto:istimewa

Namun Ibnu Hisyam, tokoh yang di masa hidupnya juga dikenal sebagai ahli lughah yang mumpuni, tidak meriwayatkan langsung dari Ibnu Ishaq. Ibnu Hisyam merupakan murid dari Ziyad Al Bakaa’i, Ziyad ialah salah satu murid Ibnu Ishaq, sedangkan Ibnu Ishaq merupakan generasi tabi’ut tabiin.

Beliau adalah murid dari Ibnu Syihab az-Zuhri, rajanya ahli hadits dan sirah Nabawiyah di masa tabi’in, sedangkan Az-Zuhri adalah murid dari tiga orang tabi’in besar (kibarul tabiin). Tiga orang tersebut adalah ahli hadits dan Sirah terhebat di masanya yakni Urwah bin Zubair, Aban bin Utsman bin Affan dan Said bin Musayyib, yang mana mereka bertiga adalah putra-putra sahabat Rasulullah SAW.

Demikianlah, sirah Ibnu Hisyam yang banyak mengambil dari Ibnu Ishaq merupakan kitab Sirah Nabawiyah paling terpercaya hingga saat ini. Sedangkan Maghazi Al-Waqidi bisa dimanfaatkan untuk memperkaya konstruk sejarah, terutama dalam bahasan peperangan Rasulullah.

Oleh: Ilham Martasyabana, penggiat sejarah Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *