SELINGKUH

by

Bila disebut kata selingkuh maka biasanya yang muncul dibenak kebanyakan kita adalah satu bentuk penyelewengan dari kesetiaan terhadap pasangan hidup.
Hal itu bisa dilakukan oleh seorang isteri ataupun seorang suami.

Wartapilihan.com, Depok– Di kalangan orang-orang yang biasa bergaul bebas dan hidup dalam dunia glamour semacam artis misalnya, berita tentang perselingkuhan mereka seringkali terdengar santer karena mereka adalah public figure.

Namun, sebenarnya di dalam masyarakat biasa pun perselingkuhan sering terjadi dan pasti lebih banyak lagi, hanya saja tidak dinilai sebagai berita yang bisa dijual oleh media massa.

Namun kali ini saya tidak bermaksud membahas tentang perselingkuhan dalam rumah tangga, bukan karena hal itu sudah biasa, akan tetapi saya ingin mengungkap suatu jenis perselingkuhan yang lebih buruk dari pada itu.

Anda tahu kan anggota dewan perwakilan rakyat ? Bukankah pasangan dari jabatannya adalah rakyat yang diwakilinya ?
Tapi sekarang tak sedikit anggota dewan perwakilan rakyat yang mana tugasnya adalah mengawasi jalannya permerintahan tapi justeru berselingkuh dengan pemerintah untuk hidup bergelimang harta.

Yang demikian itu adalah satu bentuk perselingkuhan yang sangat jahat dan lebih jahat dari perselingkuhan di dalam rumah tangga tentunya.
Karena yang dikhianati adalah jutaan rakyat.

Ada lagi selingkuh yang lebih jahat dari pada itu, yaitu selingkuhnya para pemuka agama dengan para raja, para sultan, para caisar atau para presiden.

Pendeta atau ulama yang berselingkuh dengan penguasa biasanya menggunakan ayat – ayat Tuhan yang diselewengkan maknanya untuk meligitimasi kelaliman para penguasa.

Begitulah ketika Gereja berselingkuh dengan Caesar Prancis, rakyat yang melarat dan butuh roti malah disuruh patuh kepada kekuasaan.

Pada saat itulah kaum deis bersama kaum sekular dan liberal melawan kekuasaan yang kemudian ditunggangi oleh Yahudi diaspora yang menggunakan Freemasonry dan Illuminati untuk menghasut rakyat melakukan pemberontakan.
Penjara Bastille yang tak mempan dibasoka dihancurkan dengan pacul dan linggis saja.
Teriakan Liberte ! Egalite ! Fraternite ! Menggema.
Lalu dengan menggunakan instrumennya yang bernama demokrasi akhirnya kekuasaan diruntuhkan dalam sebuah revolusi besar yang bernama Revolusi Prancis.

Dan akhirnya, sejarah mencatat, Caesar Luis Lodwig ke enam belas beserta seluruh keluarga, pembesar dan kroninya digiring ke alun-alun Place de La Revolution lalu disembelih dengan pisau Guilotine.
Setelah itu teokrasi Gereja pun lantas dipasung di bukit Vatikan sampai hari ini.

Sejak itu sekular dengan instrumen demokrasinya bekuasa dan bersimaharajalela.
Tidak ada yang dapat bertahan terkecuali Islam yang menjadi sebagai batu sandungan.

Untuk menghancurkan sisa-sisa teokrasi Kristen,
Karl Marx mengatakan bahwa agama adalah candu.
Rakyat dilalaikan dengan janji agama yang semuanya itu adalah utopia.
Sementara pemuka Gereja dan Caisar berpesta pora dalam kehidupan nyata.
Kira-kira seperti itulah terjemah bebas dari kerangka pemikiran sekularism ekstrem yang bernama komunis yang dilontarkan Karl Marx ketengah rakyat.

Dan rakyat yang lapar dan terhasut itu, hanya dalam waktu seratus tahun setelah kematian filsuf sosialis dekil penenggak miras itu, lantas menjadi pengikut fanatiknya yang setara jumlahnya dengan Kristiani setelah seribu tahun Kristen menjadi state religion.

Tidak ada yang lebih hebat dari Karl Marx dalam merekrut pengikut, terkecuali Muhammad Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.
Hanya dalam waktu dua puluh tiga tahun, kaum yang tadinya jahiliyah dirubah menjadi pejuang-pejuang yang cerdas, tangguh dan militan yang mengoncangkan dan merubah peradaban dunia.
Modal utamanya bukan propagada dan jargon meraih kekuasaan duniawi, tapi iman tauhid, akhlaq dan ikhlas kepada Allah, Penguasa Alam Semesta.

Tapi, pada hari ini tak sedikit pengklaim sebagai pengikut Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam namun berkarakter sebagaimana murji’ah, yang suka mengenteng-entengkan agama.

Mereka tak malu-malu berselingkuh dengan para raja dan menjulurkan lidahnya untuk menjilat.
Dengan bersikap seperti itu, mereka mencari sebagian kenikmatan dunia meskipun agamanya dikurangi.

( Iwan Hasanul Akmal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *