Prof. Fasli Jalal: 2030 Indonesia Nomor 12 Ekonomi Terkuat Dunia

by

Perguruan Tinggi harus memastikan proses pendidikan menghasilkan lulusan yang memiliki kecakapan yang diperlukan abad ke 21: berfikir kritis, kreatif, mampu berkomunikasi, dan berkolaborasi.

Wartapilihan.com, Jakarta— Berbagai proses pembelajaran yang telah dijalani mahasiswa harus menjadi modal untuk mendekatkan pengetahuan dan keterampilan yang didapat dengan kebutuhan yang ada di masyarakat.

“Para pakar dan lembaga pemikir (think tank) dunia mengatakan bahwa pada tahun 2030 nanti Indonesia akan menjadi negara yang disegani karena mempunyai kekuatan ekonomi minimal nomor 12 terbesar di dunia”, demikian disampaikan Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. H. Fasli Jalal, Ph.D,. Sp.GK dalam konferensi pers dengan media usai menghadiri wisuda 348 mahasiswa dan mahasiswi Universitas YARSI.

Prof. Fasli menjelaskan, Perguruan Tinggi harus memastikan bahwa proses pendidikan yang dilakukan menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan keahlian, keilmuan, dan sikap yang baik. Termasuk harus memiliki kecakapan yang diperlukan pada abad ke 21 yaitu mampu berfikir kritis dan menyelesaikan masalah, kreatif, mampu berkomunikasi, dan mampu berkolaborasi.

“Ke depan kami berupaya agar pendidikan ini menghasilkan mahasiswa yang berkompeten. Sebab, orang melihat tidak hanya ijazah tapi juga kompetensi,” kata Fasli di Universitas YARSI, Jakarta, Sabtu (27/4).

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa untuk menyesuaikan dengan bonus demografi, Perguruan Tinggi harus menghasilkan lulusan yang dapat diserap oleh pasar kerja. Selain itu,  lulusan Perguruan Tinggi juga harus mampu membuka dan mengembangkan lapangan kerja (entrepreneur).

“Surat pendamping ijazah (SPI) adalah untuk mengetahui talenta sang mahasiswa apakah dia interpersonal, intrapersonal, suka matematika, atau lebih suka mengkonsep. Jadi, SPI tadi bercerita latar belakang anak tersebut,” ujarnya.

Prof Fasli yang pernah menjabat Wakil Menteri Pendidikan di era Presiden SBY ini bersyukur dan yakin para wisudawan/wati Universitas YARSI telah ditempa dengan baik, di kelas maupun di luar kelas, dengan menjalankan berbagai proyek penugasan maupun melaksanakan permagangan, yang membuat ilmu pengetahuan dan teknologi serta kompetensi mereka semakin luas, dalam, dan mantap.

“Kemampuan mereka untuk selalu belajar akan ditingkatkan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat yang memerlukan,” tegasnya.

Prof. Fasli menyarankan agar modal kemampuan itu sebagai kekuatan untuk membangun kepercayaan diri, sehingga dalam persaingan di dunia nyata nanti bisa keluar sebagai pemenang atau the winner dan tidak menjadi orang yang kalah atau the looser, ditengah era yang penuh ketidak pastian ini.

“Kepada para wisudawan dan wisudawati, jadilah kelompok terdepan yang akan ikut memastikan, tentu dengan selalu memohon petunjuk pada Allah SWT, bahwa periode bonus demografi ini akan kita wujudkan dan kemungkinan terjadinya malapetaka demografi kita cegah. Insya Allah,” tutupnya.

Adi Prawiranegara