Polisi Jangan Terlalu Cepat Menyimpulkan

by
Berebut sembako. Foto: Istimewa

Pihak Kepolisian diminta segera bertindak cepat untuk memeriksa dan melakukan penyelidikan kepada siapapun yang terlibat dan penanggung jawabnya, tanpa intervensi dan diskriminasi.

Wartapilihan.com, Jakarta –Sekjend IKAMI (Ikatan Advokat Muslim Indonesia) Djudju Purwantoro menyatakan prihatin dan penyesalan atas terjadinya peristiwa tewasnya dua orang anak, yaitu Adinda Rizki (12), dan Mahesha Junaedi (10), pada acara pembagian sembako yang diselenggarakan oleh Forum Untuk Indonesia di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Sabtu (28/4).

Ia meminta Kepolisian segera bertindak cepat untuk memeriksa dan melakukan penyelidikan kepada siapapun yang terlibat dan penanggung jawabnya, tanpa intervensi dan diskriminasi. Menurutnya, peristiwa hilangnya nyawa tersebut merupakan delik umum atau formal.

“Kami berharap pihak kepolisian tidak dengan cepat dan mudah menyimpulkan, bahwa kematian anak-anak tersebut adalah akibat mengidap suatu penyakit yang tidak terkait dengan peristiwa bagi-bagi sembako di Monas,” kata Djudju dalam keterangan singkat di Jakarta, Rabu (2/4).

Akibat panitia pelaksana tidak ber-hati-hati, sembrono, dan ceroboh, sehingga mengakibatkan kematian pada orang lain. Dalam hukum, terang Djujdu peristiwa ketidak hati-hatian, walau kematian tersebut memang tidak dikehendaki oleh pelaku adalah bentuk kelalaian (delik culpa).

Oleh karenanya panitia pelaksana patut dimintai pertanggung jawabannya, karena diduga telah melanggar Pasal 359 KUHP, yang menyatakan: “Barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun”.

“Jangan sampai berita kematian diatas yang justru lebih penting, kok sepertinya malah dikalahkan (lebih ngetrend) dengan sekedar berita adanya dugaan intimidasi tentang dukung mendukung calon prediden 2019 dalam Car Free Day Ahad (29/4) lalu,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan korban ditemukan pingsan jam 02.00 siang di Jalan Medan Merdeka Utara di luar Monas. Tepatnya di Pedestrian karena ditemukan pingsan.

“Kemudian korban dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan. Bukan dalam Monas atau di antrian pembagian sembako ya,” katanya.

Komariah yang masih berduka karena kematian anaknya mengatakan aparat kepolisian dari Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya memang sempat mendatangi rumahnya. Dia juga membenarkan ada orang yang mengaku sebagai relawan juga mendatanginya.

Hanya saja, Komariah tidak mengetahui relawan yang dimaksud. Menurut dia, mereka membawa sejumlah uang senilai Rp 5 juta rupiah. Tak hanya itu, berdasarkan keterangan Komariah, mereka meminta keluarga tak bicara pada orang lain, apalagi media.

“Bilangnya kalo ada yang mau wawancara jangan dilayanin,” terang Komariah.

Di hadapan media, Komariah memohon adanya pengusutan kasus kematian anaknya. Ia meminta keadilan atas kematian Rizki. “Saya mau diusut tuntas. Biar anak saya tenang di sana. Biar saya nggak salahin diri sendiri,” kata dia.

Agus Herlambang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *