Pertemuan Satu Menit Jokowi Jadi Sorotan Warganet

by

Meski pertemuan keduanya hanya berdurasi singkat, tapi ada dua pesan utama yang menjadi pembahasan.

Wartapilihan.com, Jakarta — Pertemuan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe tengah menjadi sorotan. Terlebih, setelah salah satu TV luar negeri merinci durasi persamuhan presiden tiap negara dengan PM Jepang.

Sebagian netizen ada yang menyebut durasi satu menit itu merupakan pidato Jokowi dengan menggunakan bahasa Inggris. Ternyata, video tersebut menayangkan pertemuan Jokowi dengan Shinzo Abe.

Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Achsanul Qosasi, dalam akun Twitter-nya seolah menganggap tidak terlalu mementingkan bahasa Inggris dalam hubungan internasional. Menururt dia, rakyat Indonesia tidak wajib berbicara dan menguasai bahasa Inggris, namun yang diwajibkan adalah menguasai bahasa Indonesia.

“Ini merupakan amanat undang-undang nomor 24 Tahun 2009. Dengan demikian, bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi para pejabat negara,” katanya, Rabu (3/7).

“Tidak perlu sok Inggris, banggalah dengan bahasa Indonesia,” imbuhnya.

Terpisah, sebelumnya, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Febrian Ruddyard, mengatakan bahwa durasi pertemuan bilateral Jokowi-Abe tidak lama. Dia lalu menjelaskan penyebabnya.

“Betul hanya sebentar, tapi ada sebabnya yaitu sebagai berikut: Sebenarnya PM Abe dan Presiden Jokowi sepakat untuk melakukan pembicaraan bilateral pada tanggal 27 Juni 2109 sore hari. Namun mengingat ada kegiatan yang terkait dengan MK, Bapak Presiden Jokowi baru bisa berangkat ke Osaka tanggal 27 Juni malam dan tiba tanggal 28 Juni pagi dan langsung menuju acara G20,” kata Febrian, Selasa (2/).

Sebagian besar pertemuan bilateral antara pemimpin negara peserta KTT G20 dan PM Abe dilakukan pada 27 Juni 2019. Itu karena PM Abe harus memimpin KTT G20 pada 28-29 Juni 2019. “Presiden tiba di Osaka 28 Juni pagi, hanya beberapa jam sebelum KTT mulai. Sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Jepang,” ungkapnya.

Karena itu, beberapa jadwal pertemuan harus disesuaikan lagi termasuk antara Jokowi dan Abe. Febrian mengatakan meski pertemuan keduanya hanya berdurasi singkat, tapi ada dua pesan utama yang menjadi pembahasan.

“Dua message utama yang dibahas Presiden dan PM Jepang adalah mengenai general review IJEPA (Indonesia-Jepang dalam Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement) dan RCEP (Regional. Comprehensive Economic Partnership),” kata Febrian.

Sementara, Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menjelaskan, hal itu harus dilihat secara menyeluruh.

“Semuanya sudah ada agenda-agenda. Ada sebuah pertemuan yang bersifat mendadak, dalam sebuah pertemuan besar seperti itu ya. Ada memang, yang sudah di-arrange sesuai kebutuhan di situasi saat itu. Jadi, cara mengartikannya harus lebih komprehensif,” ujar Moeldoko

Adi Prawiranegara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *