Manfaat Baru Probiotik: Mencegah Sepsis

by
Minuman Probiotik. Foto: Istimewa

Gejala buang air besar terus-terusan bisa menjadi pertanda sepsis. Penyakit mematikan utama di rumah sakit. Disebabkan oleh bakteri negatif. Bisa dicegah pula dengan bakteri baik yang dapat meningkatkan imunoglobulin A. Hasil studi peneliti Amerika Serikat.

Wartapilihan.com, Jakarta –Jangan anggap sepele jika dokter mendiagnosa Anda terkena sepsis. Dokter biasanya langsung membawa pasien ke ruang perawatan intensif (ICU). Dokter harus segera menyelamatkan, karena kalau tidak akan mengancam nyawanya.

Tapi kini jangan kawatir. Ada cara gampang untuk mencegah penyakit yang dikenal awam sebagai keracunan darah. Periset pada Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania, Philadelphia, Amerika Serikat, menyarankan untuk mengonsumsi probiotik. Sebab, ada salah satu mikroba dari keluarga Proteobacteria, yang bisa mencegah penyakit mematikan tadi. Bakteri tadi bernama Helicobacter muridarum.

Dalam situs medicalnewstoday.com (23/2/2018), Profesor David Allman ahli patologi Perelman School of Medicine, yang memimpin studi ini mengujicoba pada tikus. Mereka meneliti flora pada usus, antibodi imunoglobulin A (IgA) dan sepsis pada tikus.

Tikus tadi dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama dimasukkan bakteri baik tadi ke dalam usus dan ke dalam sumsum tulang, sedangkan kelompok lainnya tak mendapat suntikan itu. Kemudian tikus yang tidak mendapat suntikan itu, didapati tidak mengandung IgA.

Kedua kelompok tikus dimasukkan kuman penyebab sepsis. Hasilnya berbeda. Tikus tanpa IgA gampang terkena sepsis. Lain halnya dengan tikus dengan IgA, kebal terhadap sepsis.

Setelah ditelisik, peneliti menemukan hasil. Helicobacter muridarum menyebabkan dua hasil yang signifikan: ia meningkatkan kadar IgA yang bergantung pada sel dalam darah. Kemudian di sumsum tulang, bakteri tadi menginduksi sejumlah besar sel plasma yang mengeluarkan IgA.

Tes pada IgA darah yang dihasilkan mengungkapkan bahwa bakteri baik efektif melawan “kumpulan terbatas” bakteri jahat yang dituding penyebab sepsis. Hasil studi Allman juga menunjukkan bahwa tikus tersebut mampu menghasilkan IgA dalam respon spesifik terhadap “kolonisasi usus” bakteri usus Helicobacter muridarum.

Dengan membawa hasil ini bersama-sama, Allman menyimpulkan bahwa flora usus secara terang-terangan mempengaruhi kadar IgA dalam darah, yang menghasilkan perlindungan terhadap sepsis akibat bakteri. Studinya akan dipublikasikan di jurnal Cell Host & Microbe mendatang.

Temuan ini merupakan terobosan baru. Studi sebelumnya terhadap sepsis sudah mengetahui bahwa sepsis lebih sering terjadi pada mereka yang kekurangan IgA. Namun, yang belum jelas apakah bakteri usus mempengaruhi risiko sepsis melalui pengaruhnya terhadap IgA. Ini yang kemudian dijawab oleh Allman dan koleganya.

Apa pun, studi tersebut bisa membantu menyelamatkan orang banyak lewat cara yang sederhana ini. Sebab tak sedikit pasien yang meregang nyawa gara-gara penyakit ini. Setiap tahun, sepsis menyerang sekitar 30 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan 6-9 juta kematian. Meskipun sepsis dapat menyerang siapa saja, namun lebih sering menimpa orang tua, bayi, anak-anak, dan orang-orang dengan penyakit dan luka tertentu.

Sepsis merupakan salah satu penyebab utama kematian di rumah sakit. Pasien mengira terkena diare parah, sehingga memilih perawatan di rumah, lantaran banyak tersedia obat diare yang dijual di toko obat dan apotek. Mereka baru sadar setelah obat yang dikonsumsi itu tak banyak membantu. Setelah dibawa ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan, pasien baru sadar ia terkena sepsis. Pertolongan di rumah sakit menjadi kurang efektif.

Sepsis adalah “kondisi medis serius” yang timbul saat respon kekebalan tubuh terhadap infeksi menjadi sangat banyak. Sepsis berasal dari infeksi yang disebabkan oleh berbagai mikroba, termasuk virus, jamur, namun banyak diakibatkan oleh bakteri jahat. Kasus berat sering timbul akibat infeksi yang telah menyebar ke seluruh bagian tubuh melalui darah. Infeksi yang menyebabkan sepsis bisa dimulai di saluran kemih, paru-paru, usus buntu (dan bagian perut lainnya), serta kulit. Atau bisa lewat suntikan yang tidak steril.

Serangannya sangat cepat dan tidak dapat diprediksi. Pada sepsis, respon imun membanjiri aliran darah dengan bahan kimia yang menimbulkan peradangan luas. Pada gilirannya, menyebabkan pembuluh darah bocor dan bekuan darah terbentuk.

Rangkaian kejadian ini mencegah darah yang sehat mencapai organ-organ tubuh. Akibatnya, banyak organ yang rusak gara-gara menampung darah yang keracunan bakteri. Jika sudah parah, akan terjadi kegagalan organ. Jika tidak didiagnosis dan diobati dengan segera, sepsis dapat menyebabkan syok, kegagalan organ yang meluas, dan kematian.

Kendati hasilnya memuaskan dalam ujicoba pada tikus, Allman dan rekan-rekannya belum berani melakukan ujicoba pada manusia. Ia ingin mendapatkan pemahaman yang lebih baik dulu tentang mekanisme di mana antibodi IgA melindungi terhadap sepsis, dan mengapa mikroba usus tertentu dapat menginduksi respons IgA yang tepat.

Helmy K

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *