Ketua GNPF Ulama Bogor Ditahan

by

Ada yang memotong dan memviralkan pernyataannya tentang jihad.

Ketua GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Ulama Bogor Raya sekaligus Koordinator Aksi Tolak Pemilu Curang yang dilangsungkan Sabtu (18/5) ini, Ustadz Iyus Khaerunnas, ditangkap polisi pada Jumat (17/5) siang. Keponakan KH Prof Didin Hafidhuddin itu telah ditetapkan tersangka oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota.

Kuasa hukum Ustadz Iyus, Beni Mahyudin, memberikan keterangan usai mendampingi proses pemeriksaan. “Menurut keterangan dari penyidik Ustadz statusnya sudah tersangka,” kata Beni kepada wartawan, Jumat  (17/5) malam.

Ia mengungkapkan, kepolisian menjerat Mantan Ketua Masjid Raya Bogor itu dengan Undang-Undang ITE. Namun, terkait pasal yang dijerat saat ini tim kuasa hukum masih belum memberikan keterangan lebih. “Saya belum bisa jelaskan saat ini yang jelas undang undang ITE,” kata Beni.

Menurut keterangan polisi, lanjut Beni, penangkapan Ustadz Iyus bukan atas laporan seseorang melainkan temuan Police Cyber di media sosial Youtube. Berdasarkan keterangan kliennya, terdapat video yang terpenggal, ketika Ustadz Iyus menjelaskan masalah Jihad.

“Kalau statement Pak Ustadz ada penggalan, jihad yang dimaksud konteksnya adalah jihad konstitusionsl,  bukan dalam konotasi perang, itu keterangan yang diberikan ke penyidik,” jelas Beni.

Ia juga menyebut kliennya tidak mengetahui siapa yang menyebar dan memotong video tersebut ke dalam Youtube. “Menurut keterangan Ustadz, siapa yang memviralkan belum tahu,” terangnya.

Walau demikian, Aksi Damai Tolak Pemilu Curang tetap berjalan. Koordinator aksi, Ustadz Abdul Halim, menyatakan kegiatan tetap akan berjalan. “Namun isu dan rute aksi damai akan kita tambah dengan aksi solidaritas untuk Ustadz Iyus. Rute jalan damai dari Masjid Raya Bogor menuju Polresta Kota Bogor. Kegiatan akan dimulai pada pukul 08.00 pagi ini,” jelasnya saat dihubungi pada Sabtu (18/5) pagi.