Ketinggian Akhlaq Rasulullah

by
foto;istimewa

Manusia, dalam hidup di dunia ini perlu teladan. Manusia perlu contoh sehingga tidak ngawur dalam menjalani kehidupan dunia yang singkat ini. Ibarat anak-anak burung, mereka perlu contoh induknya dalam mencari makan, cara makan, cara terbang dan seterusnya.

Wartapilihan.com, Jakarta –Tragedi Barat salah satunya adalah mereka tidak mempunyai ‘role model’ dalam hidupnya. Sehingga di sana anak-anak remaja menjadi banyak yang berzina, perempuan umur 15 tahun banyak yang sudah tidak perawan, minuman keras jadi kebiasaan dan seterusnya.

Allah SWT pencipta manusia dan alam semesta ini, menurunkan orang-orang shalih yang hebat untuk menjadi teladan manusia. Yaitu para Nabi atau Rasul. Mereka para Nabi adalah teladan utama manusia. Mereka diberi petunjuk oleh Allah untuk membimbing umat manusia agar tidak terjerumus dalam lingkar-ingkar kehinaan di dunia ini maupun setelah dunia (akhirat).

Para Nabi ini diberikan kemampuan istimewa, sehingga umat manusia akhirnya mempercayainya dan menyatakan betul mereka adalah Nabi. Tentu saja ada manusia yang tetap durhaka kepada Allah, meski di depannya telah jelas petunjuk dari Yang Maha Pencipta itu. Mereka ini terus menerus mengikuti hawa nafsu dan syetan untuk menentang para utusan Allah. Mereka kadangkala khawatir kehilangan pengikut bila mengikuti Nabi, khawatir kehilangan harta atau kehormatan dan nafsu-nafsu rendah lainnya.

Banyak buku berbicara tentang keteladanan sempurna Rasulullah, Nabi Muhammad saw yang merupakan pemimpin para Nabi. Diantara buku itu adalah Teladan Pribadi saw karya Utsman Nuri Topbas dan Syamail Muhammadiyah karya Imam Tirmidzi. Dua buku ini bukan hanya bicara tentang sifat-sifat mulia Rasulullah, tapi juga sifat fisik Rasulullah.

Memang orang yang cinta pada sesuatu akan melihat yang dicintainya benar-benar hebat. Kecintaan umat Islam terhadap Rasulullah adalah fitrah manusia yang memerlukan petunjuk hidup. Tidak ada manusia di dunia ini, yang banyak disukai manusia sebagai Rasulullah. Karena itu, kata ulama tasawuf terkenal, Imam Ghazali menyatakan bahwa petunjuk dari Rasulullah saw adalah ibarat resep obat dari dokter. Pasien harus menerima apa yang telah diberikan dokter itu, karena sebagian besar pasien tidak memahami pengaruh obat itu secara detil di jantung, usus, syaraf dan lain-lain. Rasulullah adalah dokter kehidupan, sehingga siapapun yang ingin selamat dalam kehidupan di dunia dan akhirat ini mesti meneladani Rasulullah saw. Mereka yang mengikuti Rasulullah, pasti nanti akan menemu hikmah mengapa Rasulullah menyuruh begini-begitu, melarang ini itu dan seterusnya.

Rasulullah saw adalah insan kamil (manusia yang sempurna). Mereka yang ingin menjadi manusia sempurna atau mendekati kesempurnaan mesti belajar dari Rasulullah. Mesti meneladani Rasulullah saw.

Allah SWT dalam Al Quran menyatakan :

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al Ahzab 21)

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah saw), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.” (QS Ali Imran 31-32)

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (QS an Nisaa’ 80)

“Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh. Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah).Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al Anbiyaa’ 105-107)

Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS al Qalam 1-4)

Nabi Muhammad saw bersabda,” Wahai Adam bagaimana engkau mengetahui Muhammad, padahal Aku belum menciptakannya? Ia berkata : Wahai Tuhan. Engkau ketika menciptakanku dengan tanganMu dan meniupkan ruhMu padaku, aku mengangkat kepalaku dan aku melihat di tiang-tiang Arasy tertulis. Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rasuulullah, maka aku tahu bahwa Engkau tidak menyandingkan dengan namaMu kecuali ia adalah makhluk yang ‘terhebat’ paling Engkau cintai. Allah berkata,”Engkau benar wahai Adam, bahwa ia adalah makhluk yang paling Aku cintai, berdoalah dengan kebenaran Muhammad, sesungguhnya Aku telah mengampunimu, jika tanpa Muhammad maka engkau tidak akan Aku ciptakan.” (HR al Hakim)

Ribuan buku telah ditulis tentang keteladanan Nabi Muhammad saw. Baik dalam bentuk biografi atau buku-buku khusus tentang pribadi beliau. Berikut ini beberapa akhlaq Rasulullah yang dikutip dari buku Teladan Pribadi Rasulullah saw (karya Utsman Nuri Topbas) dan Mengenal Rasulullah Lebih Dekat (Syamail Muhammadiyah, karya Imam at Tirmidzi).

Ketika Nabi saw memulai berdakwah dan menyampaikan ajaran Ilahi, seluruh jazirah Arab tercengang dan bergetar ketakutan, sebab kefasihan balaghah Nabi saw dalam berkhutbah telah menyihir mereka, sehingga perkumpulan-perkumpulan dan pertandingan-pertandingan syair, sastra dan balaghah kehilangan singgasananya. Taka da lagi seorangpun penyair-penyair itu yang menempelkan syairnya di dinding Ka’bah, karena memenangkan pertandingan…

Dikisahkan bahwa seorang penyair yang sangat terkenal, Imri’ al Qais, ketika ia mendengar ayat al Quran yang berbunyi :

Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”. (QS Huud 44)

Ia berkata : “Tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan apapun. Tidak ada manfatnya menggantungkan qasidah (puisi) saudaraku di dinding-dinding Ka’bah, sebab tidak ada satu orang penyair pun yang bisa menyainginya.”

Rasulullah saw telah mengajarkan makna hakiki tentang bagaimana menjadi seorang khalifah di muka bumi, dan mengakarkan kaidah-kaidah dalam segala sisi kehidupan, social, budaya, ekonomi, manajemen kependudukan dan hubungan internasional, yang tidak ada seorangpun dari para pakar yang bisa memahami hakikatnya, kecuali setelah ia menghabiskan seluruh umurnya dan setelah percobaan yang lama dan panjang. Hal yang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa semakin menguasai teori ilmu pengetahuan dan sains, maka akan semakin mendalam pula pengetahuannya tentang kebenaran ‘Nabi Muhammad’.

Rasulullah saw dalam rentang waktu 9 tahun telah mampu menaklukkan jazirah Arab, dengan kekuatan militer, yang terkadang jumlah kekuatan musuh tiga kali lipat dibanding dengan kekuatan kaum Muslimin. Dengan kekuatan ruhiyah, beliau juga telah berhasil dalam mendidik orang-orang yang tidak terorganisir, kacau dan tidak teratur dalam peperangan, sehingga korban yang jatuh sangat sedikit. Dan hasilnya beliau berhasil mengalahkan dua imperium besar saat itu, yaitu Romawi dan Persia.

Nabi Muhammad saw adalah satu-satunya Nabi dan Rasul yang riwayat kehidupannya dicatat oleh sejarah, sampai pada hal-hal terkecil tentang dirinya. Setiap Nabi adalah contoh bagi manusia dalam kebenaran dan kebaikan. Sikap dan kepribadian mereka sampai pada kita, tapi dalam batas yang sempit. Sementara Nabi akhir zaman, setiap fase dalam hidupnya ditulis waktu demi waktu. Setiap perkataan, perbuatan dan sikapnya, dari yang kecil sampai yang besar, telah ditulis dalam sejarah dengan penuh kebanggaan. Bahkan atas kehendak Allah SWT setiap dan perkataannya akan sampai pada orang yang lahir terakhir sebelum hari kiamat tiba.

Rasulullah adalah pemimpin teladan dalam segala aspek kehidupan manusia. Beliau seorang ayah teladan, pemimpin negara teladan, pemimpin militer teladan, guru teladan, pedagang teladan, dan lain-lain. Tidak ada manusia di dunia ini yang kepribadian hebat yang lengkap seperti Nabi Muhammad saw.

Law Vhit, seorang filosof yang termasuk peletak dasar-dasar pemikiran Revolusi Perancis tahun 1789, sebelum adanya hak asasi manusia, ketika ia mengajar system hukum, ia berkesimpulan bahwa hukum Islam lebih tinggi. Ia berkata,”Betapa luar biasanya engkau Wahai Muhammad, engkau telah mencapai titik puncak dalam keadilan, dimana tidak ada seorangpun yang dapat melakukan itu sampai hari ini dan mustahil aka nada seorang yang mencapainya setelah ini.”

Selain akhlak beliau yang mengagumkan, sifat fisik beliau juga membuat orang tercengang. Berikut sifat fisik Rasulullah, seperti yang ditulis dalam Kitab Syamail Muhammadiyah (Mengenal Rasulullah Lebih Dekat –terj.) :

Ali bin Abi Thalib menggambarkan pesona Rasulullah : “Postur tubuh Rasulullah saw tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Beliau memiliki perawakan yang sedang dibandingkan kaumnya. Rambu terlalu keriting dan tidak lurus tergerai. Beliau berambut ikal dan tidak gemuk dan wajah beliau tidak terlalu berat, tidak gemuk dan wajah beliau tidak terlalu bulat, Kulit beliau putih kemerah-merahan. Beliau memiliki bola mata yang hitam pekat, bulu mata yang lentik, serta bahu yang lebar dan tidak berbulu. Dada beliau berbulu, telapak tangan dan kaki beliau tebal. Ketika berjalan beliau seolah-olah melangkah menuruni tanah yang landau. Ketika menoleh beliau menoleh (berbalik) dengan seluruh badan. Di antara kedua bahu beliau terdapat tanda kenabian. Beliau adalah Nabi terakhir, manusia yang paling lapang dada, ucapannya paling bisa dipercaya,
karakternya paling lembut dan cara bergaulnya paling mulia. Siapapun yang pertama kali lihat beliau, pasti segan. Tetapi orang yang telah lama bergaul dengan beliau pasti mencintai beliau. Siapapun yang mencoba menggambarkan karakter pasti berkata,”Aku tidak pernah melihat seorang pun sama seperti Rasulullah saw, baik sebelum maupun setelah beliau (wafat).” (HR at Tirmidzi, Ibnu Saad dan Baihaqi)

Rasulullah saw adalah manusia biasa yang diberi kelebihan Allah. Maka beliau juga kadang bercanda dengan istri atau para sahabatnya. Rasulullah pernah memanggil seseorang : Wahai orang yang memiliki dua telinga. Anas bin Malik meriwayatkan,”Betapa baik cara Nabi saw bergaul dengan kami. Beliau berkata kepada saudaraku yang masih kecil,”Wahai Abu Umair, apa yang sedang dilakukan oleh burung Nughair?” (HR Tirmidzi, Bukhari, Abu Dawud, Nasai dan Ahmad).

“Seorang perempuan yang sudah renta, mendatangi Rasulullah saw seraya berkata,”Wahai Rasulullah, doakanlah saya agar masuk surga. Beliau menjawab : Wahai Ummu Fulan, surga tidak dihuni oleh perempuan yang sudah renta. Mendengar hal itu, perempuan itu segera bergegas sambil menangis. Maka Rasulullah berkata,” Beritahukan kepada perempuan itu bahwa ia tidak akan masuk surga dalam keadaan renta. Allah berfirman,”Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung, lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya. (QS al Waqiah 35-37) (HR Tirmidzi dan Thabrani). II

Izzadina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *