Hati-hati Salah Arah Tujuan Pendidik

by
foto:istimewa

Oleh : Dr Adian Husaini

Pada Klinik Pendidikan Kita kali ini, Dr Adian menyorot tentang tujuan pendidikan Islam. Yaitu menjadikan manusia yang baik (shalih), yang mempunyai adab dan mempunyai sikap adil. Simak penuturannya :

Wartapilihan.com, Depok — Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pemirsa, Prof. Syeikh Muhammad Naquib Al-Attas pada tahun 1977 dalam Konvensi Pendidikan Islam pertama di kota Mekkah mengungkapkan tema yang begitu menarik dan penting bahwa tujuan mencari ilmu yakni pendidikan dalam dunia Islam, adalah menanamkan nilai nilai kebaikan atau nilai nilai keadilan dalam diri seseorang. Tujuannya adalah bagaimana dia menjadi orang yang baik (shalih). Itulah hakikat dunia pendidikan yang sesungguhnya dalam Islam. Bukan hanya bagaimana seseorang itu memperluas wawasan dan meningkatkan banyak keterampilan tapi lebih penting dan mendasar adalah menanamkan nilai-nilai keadilan.

Hakikatnya dunia pendidikan adalah proses menjadikan seseorang menjadi adil kepada Allah, Rasul, ulama, guru, orang tua, sesama muslim, orang kafir, alam, dan dirinya sendiri. Jika kita menempuh jalur pendidikan dalam waktu ke waktu, umur kita bertambah hakikatnya kita semakin adil bisa memahami dan menerapkan segala konsep dan aturan untuk meletakkan sesuatu sesuai pada tempatnya.

Bagaimana sikap kita kepada Allah dan jangan sampai membangkang terhadap Allah. Maka sikap adil terhadap Allah adalah mengakui bahwa kita ini hamba Allah dan jangan merasa kita ini lebih hebat dari Tuhan, merasa mampu mengatur diri kita, mampu mengatur kekuasaan yang kita punya, mampu mengatur harta yang kita punya, mampu mengatur ilmu yang kita punya. Kita ini hamba Allah, maka aneh jika seseorang ketika memiliki pendidikan semakin tinggi dia semakin tidak adil pada Allah, justru malah merasa lebih hebat dari Tuhan. Membuat kurikulum yang tidak sesuai dengan perintah Allah, mengesampingkan panduan-panduan yang diberikan oleh Allah, yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.

Tingginya pendidikan seseorang tidak diukur dari tingginya jenjang pendidikannya, namun apakah tujuan pendidikan tercapai atau tidak. Karena adil itu lebih dekat dengan taqwa. “Berlaku adillah kamu karena sesungguhnya adil itu lebih dekat kepada taqwa.” Ini manusia yang disayang Allah dan manusia yang tinggi derajatnya. Kita harus memupuk dan menanamkan keadilan itu. Keadilan itu bukan hanya diajarkan tapi ditanamkan, ini ada caranya, disinilah peran guru.

Inti dari pendidikan adalah menanamkan nilai-nilai adab dalam diri seseorang. Jika sudah, maka terwujudlah dalam dirinya sifat adil. Adil itu refleksi dari adab dan bersumber dari hikmah. Itu yang harus kita pahami betul sebagai orang tua jika sekarang ini memilihkan sekolah dan kampus untuk anak mereka. Yang paling penting itu bukan kuliah di jurusan apa tapi dia harus adil dan memahami potensi dirinya. Kalau memang dia dikarunia oleh Allah akal yang cerdas, dia harus adil memilih jurusan yang bisa memanfaatkan potensi dan intelektualnya. Jadi, jangan berpikir secara material dan fokus terhadap duniawi saja. Jika kita kurang cerdas secara intelektual, janganlah berkecil hati karena amanahnya tidak seberat ia yang cerdas. Karena menurut Rasulullah, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya”.

Jadi hakikat mencari ilmu dalam Islam adalah dengan bertambahnya ilmu dan pendidikan kita kita harus semakin adil. II

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *