Habib Rizieq Bukan Bang Toyib

by
foto:istimewa

Panitia penyambutan kedatangannya dibentuk, penyambutan dipersiapkan, massa FPI dan berbagai elemen masyarakat berdatangan dari berbagai daerah. Pada Hari H kedatangannya, Habib Rizieq Shihab mengumumkan dirinya tidak jadi pulang ke tanah air, sampai waktu yang belum ditentukan. Mengapa baru mengumumkan pada hari H, ketika massa sudah menyambut di sekitar Cengkareng?

Wartapilihan.com, Jakarta –Ia seorang ustadz, penceramah dari kalangan habaib, Imam Besar FPI. Suaranya lantang, kritis, dan tanpa tedeng aling-aling. Ia adalah salah satu penggerak dalam mempidanakan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang telah menghina dan menodai Al-Quran surah Al-Maidah 51.

Gerakan mempidanakan Ahok mencapai puncaknya pada Aksi Bela Islam (ABI) III yang dikenal dengan ABI 212 (02-12-2016). Ahok pun tumbang di Pilgub DKI Jakarta 2017 dan hakim memvonisnya 2 tahun penjara.

Di sela-sela perjuangannya memenjarakan Ahok, Habib Rizieq didera dengan berbagai kasus, dari penistaan simbol Negara sampai dugaan chat mesum. Dari 10 kasus lebih yang dilaporkan oleh pihak-pihak yang tidak menyukai Habib Rizieq itu, baru satu yang berstatus jadi tersangka.Yakni, penistaan simbol negara yang diproses oleh Polda Jawa Barat.

Pada April 2017, Habib Rizieq Shihab bersama keluarga melaksanakan ibadah umroh ke Mekkah al-Mukaromah dan berziarah ke makam leluhurnya, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sejak itu, ia tak pulang ke tanah air. Habib Rizieq menetap di Mekkah untuk waktu yang belum bisa ditentukan.

Di akhir 2017, berbagai pihak di kalangan aktivis dan ulama mengusulkan agar Habib Rizieq segera pulang ke tanah air dan menghadapi aneka tuduhan hukum yang dialamatkan kepada dirinya. Tapi tidak sedikit yang melarangnya pulang dengan berbagai pertimbangan.

Adalah Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang mengusulkan agar Habib Rizieq pulang ke Indonesia. Panitia penyambutan dibentuk, massa dikerahkan, tiket disiapkan. Aparat keamanan pun tak tanggung-tanggung, menyiapkan 3500 personil gabungan Polri-TNI yang bersiaga penuh di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Tapi, pada hari H, Rabu (21/2/2018) siang, yang ditunggu-tunggu tidak juga hadir fisiknya. Hanya suara Habib Rizieq yang diperdengarkan kepada jamaah, bahwa ia belum jadi pulang karena belum mendapatkan isyarat dalam istikharahnya. Jika sudah mendapat israyat, ia akan mengumumkan sendiri tentang rencana kepulangannya ke tanah air.

 

Berjuang itu Berkorban

Bagi seorang aktivis, apa pun latar belakangnya, resiko selalu menempel pada dirinya. Karena itu, hanya ada dua pilihan bagi seorang aktivis. Pertama, jika ia tetap bertahan di tanah airnya, berpotensi untuk dipenjarakan, atau, dibunuh dengan berbagai cara dan alasan; Kedua, jika ada negara yang menampung, hijrah adalah alternatifnya.

Contoh ekstrim yang pernah terjadi dalam sejarah adalah Nelson Mandela dari Afrika Selatan yang mendekan di penjara selama 27 tahun. Baru pada 11 Februari 1990, Mandela dibebaskan. Keluar dari penjara membuat nama Mandela semakin meroket. Terpilihlah ia jadi presiden, dan politik ras, yang menjadi perhatian utamanya, dihapuskan dari bumi Afrika Selatan.

Begitu pula dengan pemimpin spiritual Iran, Khomeini yang pada Februari 1979 pulang ke Iran setelah 15 tahun hidup di pengasingan. Syah Reza Pahlevi jatuh dan melarikan diri. Iran memulai babak baru.

Bagi Habib Rizieq, pulang ke tanah air dan menghadapi segala tuduhan atas dirinya, adalah sesuatu yang sangat dipujikan. Tidak ada manusia yang sempurna di alam dunia yang fana ini. Tapi segala tuduhan itu mesti dihadapi. Tidak semua orang yang dipenjara itu bersalah, begitu pula tidak semua orang yang bebas itu tidak punya salah.

Rakyat Indonesia yang sedang mengalami paceklik moral ini perlu diberi keteladanan dalam menghadapi berbagai persoalan. Habib Rizieq punya potensi sebagai pejuang moral itu. Menurunnya daya beli masyarakat atas berbagai kebutuhan pokoknya jangan diperparah dengan pertunjukan teater yang tidak selalu realistis, itu.

Dari kejauhan sayup-sayup terdengar lagu Bang Toyib:

Bang toyib
Bang toyib
Kenapa tak pulang pulang

Sejenak kemudian, tetangga sebelah memutar lagu “Aku Bukan Bang Toyib” yang dibawakan oleh kelompok band santri, Wali:

… aku bukanlah bang toyib
Yang tak pulang-pulang

Dan, Habib Rizieq, saya yakin, bukanlah Bang Toyib yang tidak pulang-pulang … Wallahu A’lam.

Herry M. Joesoef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *