Guru Besar UI Paparkan Kejanggalan Quick Count

by

Ia juga meminta lembaga survei untuk membuktikan metodologi dan data survei yang dilakukan.

Wartapilihan.com, Jakarta — Guru Besar Universitas Indonesia, Ronnie Higuchi Rusli diundang oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) guna menyampaikan keterangan terkait hasil hitung cepat (quick count). Selama ini, hitung cepat menimbulkan banyak persoalan dan perdebatan di tengah masyarakat, tak jarang terjadi huru-hara.

“Dipanggil Bawaslu untuk memberikan pendapat sebagai Ahli tentang kesahihan hasil hitung cepat (quick count),” tulis Ronnie Higuchi Rusli melalui akun twitternya.

Sontak, postingan tersebut mendapat banjir komentar dari para warganet, diantaranya:

@MKZxRoel: Semangat Prof!
Katakanlah yg benar itu benar dan yg salah itu salah. Insya Allah, kami rakyat indonesia mendukung anda.

@fatinpane: Prof.klo ke mana2, jgn lupa bawa makan minum sendiri. HRS sll begitu. Klo tpaksa makan krn lapar, mending makan mie kemasan seduh instant. Jaman lg sinting. Smg sll dilindungi Allah…

@munawartaufik99: Hati2 pa…
Saya takut anda di racun atau di tembak…
Banyak org gila belkeliaran
Waspada dan hati2..

@novidian1911: Alhamdulilah, semoga hasilnya segera dipublish #MisteriKematianKPPS

@SFatoni1: Jangan lupa bawa air minum dan kurma sendiri dari rumah Prof utk Buka Puasa..

Antisipasi RACUN Prof.

Jaman Edan, jangan percaya kepada semua aparat pemerintah..

Antum salah satu Tumpuan Rakyat Utk Menuntut Keadilan Suara Rakyat Yg DiRampok.

@azharudin_z: Jangan sampai ada yg menyerahkan nyawa oleh Pencabut Nyawa Malaikat KPU.

@dwisuci07: Yg dari lembaga survei adakah yg dipanggil jadi ahli Prof? Barangkali dr mereka ada yg obsesi jadi ahlinya ahli intinya inti core of the core

Sebelumnya, Ronnie menantang lembaga-lembaga survei untuk adu data dengan dirinya. Dia meminta sutradara di balik lembaga-lembaga yang merilis hitung cepat (quick count) itu adu argumentasi dan data di KPU.

“Kita ketemu saja nanti di KPU bagaimana minimal sample untuk QC. Gue sudah ada perhitungan persentase sampel QC dengan level confidence 95 persen dan 99 persen biar 1-1. Para juragan QC berhadapan dengan gue di white board KPU. Cuma bawa otak dan spidol tanpa bawa apa-apa lagi,” cuit Ronnie.

Dia juga meminta mereka menjelaskan secara metodologi yang digunakan di white board di KPU. Hal ini penting dilakukan agar penyelenggara pemilu mengetahui hasil hitung cepat lembaga-lembaga survei, terlebih masyarakat mendapatkan gambaran konkrit agar tidak ada lagi keresahan.

“Corat-coret perhitungan statistik untuk QC sudah masuk di luar kepala semua formula statistik QC mereka para juragan QC akan gue suruh maju di KPU bawa spidol di tangan biar disaksikan semua orang termasuk Ketua KPU (Arief Budiman) untuk hitung cara mereka dapat sampling di TPS untuk QC,” katanya.

Tantangan ini bukannya tidak dapat tanggapan dari lembaga survey yang disasar Ronnie, saiful mujani melalui akun twitter @saiful_mujani 3  Mei menjawab:

kl niatnya ingin tahu tanya aja, saya japri penjelasannya pak. kalau mau nguji, kita adain di komunitas akademik aja, kampus misalnya. tapi kalau mau cari panggung? ah masak.

Siapakah Ronnie Rusli? Wartawan senior Edy Effendi menulis di akun twitternya, @Nadiku18 :

Beliau ini di usia 35 tahun meraih PhD, 29 Juni 1986 (foto baju cekelat). Pernah juga menjabat sebagai Ketua Program Studi S-2 dan S-3 Pascasarjana UI di era Prof DR. MK Tadjuddin. Nih foto kedua ketika dia menjabat. Dia pernah menjadi bagian The New York Academy of Science sejak 1986 dan American Association for the Advancement of Science sejak 1987. Tentu cara dia menguar persoalan, dengan penuh pertimbangan.

Apa persisnya materi yang disampaikan Ronnie di depan Bawaslu? Hingga berita ini diturunkan, Redaksi Warta Pilihan belum mendapatkan isi lengkap pertemuan antara Ronnie dengan pihak Bawaslu. Redaksi mencoba untuk menghubungi Guru Besar UI tersebut melalui sambungan telepon seluler dan aplikasi WhatsApp, juga belum mendapat jawaban.

Adi Prawiranegara