Fathan Kamil, Peduli Mahasiswa IPB Kurang Mampu

by
foto:istimewa

Lewat Yayasan Alumni Peduli Institut Pertanian Bogor, awal 2017 lalu, Fathan berhasil  mengumpulkan dana abadi pendidikan sebanyak 24 miliar rupiah. Dana ini akan dimanfaatkan untuk membiayai kuliah mahasiswa IPB yang kurang mampu.

Wartapilihan.com, Jakarta –Fathan menjelaskan pengumpulan dana itu dilakukan melalui donasi dari para alumni, termasuk dari sumber yang bersifat tidak reguler seperti investor reksadana, dengan tujuan untuk pendanaan program beasiswa dan pengembangan kapasitas mahasiswa.

“Kita menggunakan sistem reksa dana yang akan menggalang modal dari investor agar mereka ikut membantu pembiayaan pendidikan melalui berbagai investasi yang dijalankan. Laba dari investasi digunakan untuk membiayai program Yayasan Alumni. Pokok modalnya tetap menjadi milik investor,” jelas calon kuat Ketua Umum Himpunan Alumni IPB 2017-2021.

“Dana ini diperkirakan semakin bertambah seiring sosialisasi program yang akan dilakukan terus menerus,” tambah Fathan. Penggunaan dana pendidikan melalui Yayasan Alumni Peduli IPB ini meliputi pemberian beasiswa regular, beasiswa unggul, pelatihan kewirausahaan sosial dan lain-lain.

“Kami tak ingin itu terjadi pada adik-adik kami para mahasiswa IPB,” terangnya.¬† Ia menambahkan bahwa kurang lebih 70 persen mahasiswa IPB kini berkategori kurang mampu.

Menurutnya, saat ini metode sumbangan secara reguler telah ditinggalkan dan hanya mengandalkan sumbangan yang bersifat tidak reguler. Namun, Yayasan tetap memerlukan sumber dana yang berkelanjutan untuk mendanai program-program beasiswa dan pengembangan kapasitas mahasiswa IPB.

Karena itu, pihaknya menggunakan sistem reksa dana yang akan menggalang modal dari para investor, agar mereka bisa ikut membantu pembiayaan pendidikan secara terus menerus melalui berbagai investasi yang dijalankan. “Buah atau laba dari investasi itulah, yang akan digunakan untuk membiayai program-program Yayasan Alumni Peduli IPB, adapun pokok modalnya akan tetap menjadi milik para investornya,” jelas Fathan.

Menurut Fathan, sebagaimana dikutip Republika, ada empat alasan mengapa Yayasan memilih sistem reksa dana dalam pengelolaan dana abadi pendidikan. Pertama, Investasi Hasanah adalah sesuai prinsip syariah. “Hanya berinvestasi di sukuk atau pasar uang syariah dengan pengawasan reguler dari Dewan Pengawas Syariah,” katanya.

Kedua, adalah faktor keamanan. Menurutnya, Reksa Dana Generasi Gemilang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK dan dikelola oleh manajer investasi yang profesional. Ketiga, alasan transparansi dimana dalam program Reksa Dana ini ada bank kustodian yang berfungsi untuk mengelola administrasi dan menyimpan dana investasi, lalu Keempat, adalah Fleksibel. “Di reksa dana ini, investasi dapat dicairkan kapan saja tanpa dikenakan biaya,” kata Fathan.

Fathan menjelaskan, dalam program ini setiap kenaikan dana kelolaan 10 miliar akan memberikan kontribusi sekitar Rp 75 juta per tahun yang berarti juga telah memberikan masa depan kepada 6 orang mahasiswa dalam bentuk beasiswa.

Izzadina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *