Boikot Produk Amerika dan Israel

by
foto:istimewa

Salah satu hal yang penting dilakukan dalam menghadapi kebijakan
pemerintah Amerika dan Israel menyangkut Masjidil Aqsha (Yerusalem)
adalah memboikot produk-produk dari negeri itu.

Wartapilihan.com, Jakarta –Ulama besar Syekh Yusuf Qaradhawi telah lama menyerukan agar umat Islam di seluruh dunia memboikot produk-produk Amerika dan Israel. Perusahaan-perusahaan itu ikut andil baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mengucilkan dan menyengsarakan rakyat Palestina.

Berikut diantara produk-produk Amerika yang dapat diboikot kaum Muslim
: Adidas, Amazon, Cadbury, Caterpillar, Coca-Colam English Dairy
Products, FedEx

Harrods, Hermès, Kellogg’s, L’Oreal (including Body Shop), Motorola,
Nestlé, Nike, Nikon, Nokia Siemens, Shell, Starbucks, Wendy’s,
McDonalds, KFC, Pizza Hut,  Arbys, Baskin Robbins, Chilies, Dominos
Pizza, Hardees, Jack in the Box, Kantez, Paridies, Pizza Hut, Pizza
Little Sitzer, Slizer, Texas, Wimpy, Pepsi dan anak perusahaannya:
Mirinda dan 7up, Coca-Cola dan anak perusahannya Sprite dan Fanta,
Mayonnaise, California Garden, Warner & Lambert, Kate dan Calvin
Klein, Everyday, Energizer, Doorsill, Ford, Chrysler, Hammer,
Chevrolet, Puck, PT. Procter and Gamble (memproduksi: Oloiez, Pampers,
Ferry, Downy, Ariel, Tide, Head and Shoulder, Pantene, Camay, Zeset,
Mack Factor, Carmen), PT. Johnson & Johnson (memproduksi: Shower to
Shower, Cream Johnson), Nectar, Avon, Revlon, Gardena, Pasta gigi
Corset, Bulpen merk Shiver, Parker dan Hear, Rokok AS seperti:
Marlboro, Kant, Janstown, Lark, Merit, Gold Cost, Carlton, LM, More,
Top 1, IBM, Mac, SUN, Intel. Alternatif: AMD, Toshiba, Sony, Chevron,
Exxon-Mobil, Standard Oil, Halliburton, apple Washington,  dan
lain-lain

Syekh Yusuf Qaradhawi dalam fatwanya tentang Masjidil Aqsha
menjelaskan panjang lebar kedudukan Masjidil Aqsha menurut aqidah
Islam (lihat ikadi.or.id), Al Quds menurut aqidah Islamiyah adalah :

1.     Kiblat Pertama Ummat Islam (QS 2/142-143) : Yaitu sejak
perintah pertama shalat malam Isra’ Mi’raj tahun ke-10 bi’tsah, 3
tahun sebelum Hijrah ke Madinah s/d 1 tahun 4 bulan setelah Hijrah.
Sehingga di Madinah masih terdapat mesjid Qiblatain dimana kaum
muslimin shalat Shubuh menghadap ke mesjid al-Aqsha lalu pada raka’at
kedua menghadap ke mesjid al-Haram.

2.     Tanah Isra’ Mi’raj (QS 17/1) : Pemberangkatan ini bukan tanpa
hikmah atau tujuan tertentu melainkan merupakan tadbir Ilahiyyah.
Kalau tidak ada maksud tertentu, maka tentulah Allah langsung
memerintahkan untuk mi’raj ke sidratul muntaha langsung dari masjid
al-Haram.

3.     Kota Ketiga yang Dimuliakan : “Janganlah kalian berniat untuk
bepergian kecuali ketiga mesjid : Masjid al-Haram, masjid al-Aqsha dan
masjidku ini.” (HR Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id
al-Khudri ra.) Dalam hadits lainnya disebutkan : “Tanya para shahabat
ra : Masjid manakah yang pertama kali dibangun dimuka bumi, Ya
Rasulullah ? Jawab nabi SAW : Masjid al-Haram. Tanya Sahabat : Lalu
mana lagi ? Jawabnya SAW : Masjid al-Aqsha.” (HR Muttafaq ‘alaih)

4.     Bumi Para Nabi : Allah SWT dalam QS 17/1 menyebutkan tentang
masjid al-Haram tapi tidak menyebutkan tentang “keberkahannya”, tetapi
ketika menyebutkan tentang masjid al-Aqsha, DIA menyebutkan tentang
“alladzi barakna haulahu”. Dan ayat ini menafsirkan QS 21/71 tentang
tempatnya Ibrahim dan Luth; tempatnya Bani Israil setelah
ditenggelamkannya Fir’aun pada QS 7/137; Negeri Saba’ pada QS 34/18;
dan tempatnya Sulaiman pada akhirnya QS 21/81; tempat pengutusan Isa
bin Maryam pada QS 95/1 (lih. al-Alusi, Ruh al-Ma’ani, 22/129; Ibnu
Katsir, Tafsir al-Qasimi, 17/9196).

5.     Bumi Jihad Kaum Muslimin di Akhir Zaman : Bahwa tidak akan
terjadi Kiamat sebelum kaum muslimin memerangi Yahudi, sehingga batu
dan pohon-pohon akan mengatakan kepada kaum muslimin dimana tempat
persembunyian kaum Yahudi tersebut, kecuali pohon Gharqad karena ia
adalah pohon Yahudi. (HR Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah)

Syekh Qaradhawi juga menjelaskan tentang tidak sahnya tuntutan Yahudi
atas Bumi Palestina. Alasannya :

1.     Sejarah Pencarian Negara Yahudi : Theodore Hertzl pendiri
gerakan Zionisme Internasional mulanya mengusulkan Mozambique sebagai
tempat akan didirikannya negara Israel Raya lalu Kongo. Max Nourdow
mengusulkan Afrika, Chaim Weizman mengusulkan Uganda . Argentina juga
diusulkan tahun 1897, Cyprus tahun 1901, Sinai tahun 1902. Lalu
berdasar usulan Inggris Uganda dipilih lagi tahun 1903. Hertzl putus
asa, sebab orang-orang Yahudi tidak tertarik, akhirnya ia membakar
sentimen agama Yahudi dengan mengkaitkan beberapa tempat suci Yahudi
yang masih dikuasai ummat Islam di Palestina (tembok ratapan, Haikal
Solomon, dll). Pendapatnya diterima setahun setelah ia mati oleh
Kongres Yahudi Internasional pada tahun 1905.

2.     Batalnya Klaim Historis Mereka atas Palestina Berdasar Kitab
Suci Mereka: Yang pertama membangun al-Quds adalah bangsa Yabus,
setelah itu bangsa Kan’an s/d kedatangan Ibrahim AS dengan Sarah pada
usia 75 tahun, saat Ibrahim berusia 100 tahun lahirlah Ishaq
(Kejadian:12), ia wafat di usia 175 tahun tanpa memiliki tanah di sana
(Kejadian:23). Saat Ishaq 60 tahun lahirlah Ya’kub. Ishaq wafat di
usia 147 tahun, lalu Ya’kub pindah ke Mesir dengan anak cucunya 70
orang, saat masuk Mesir usianya 130 tahun (Kejadian:46). Artinya masa
Ibrahim s/d anak cucunya yang 230 tahun mereka tidak punya tanah
disana. Lalu dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa bani Israil
tinggal di Mesir selama 430 tahun (Kejadian:15), lalu mereka dihukum
tidak dapat masuk ke Palestina selama 40 tahun, sehingga selama 700
tahun mereka tidak pernah punya hak di Palestina. Setelah itu barulah
mereka memasuki tanah tersebut dan selama 200 tahun diperintah oleh
hakim-hakim, lalu tibalah masa kejayaan mereka di Palestina selama 100
tahun (di masa Syaul, Daud dan Sulaiman), lalu akhirnya mereka
dihancurkan oleh Babylonia dan terusir. Kalau dalam masa 300 tahun itu
mereka merasa berhak, maka Belanda lebih berhak atas Indonesia karena
telah menjajah selama 350 tahun ! Demikian pula Inggris di India .
Sementara bangsa Palestina telah tinggal disana selama 1400 tahun,
manakah yang sebenarnya lebih berhak ?! Dari lama tinggal, maka Yahudi
seharusnya mengakui Mesir sebagai tempat tinggal mereka karena telah
mereka diami selama 430 tahun.

Dalam sejarah terbukti bahwa bangsa Yahudi adalah musuh Umat Islam :

1.     Dalam al-Qur’an : QS 2/120, 2/74, 2/80, 2/96, 3/75, 3/181,
3/112, 5/13, 5/18, 8/56, 59/14, 7/171.

2.     Sejarah : Sejarah telah mencatat pengkhianatan dan kebiadaban
mereka sepanjang masa, dari sejak kemaksiatan, peperangan &
pengrusakan s/d pembunuhan terhadap nabi-nabi .

3.     Tulisan-tulisan kontemporer : Diantaranya oleh Roger Geraudy
(Mimpi Zionis dan bantahannya, Dongeng-dongeng Negara Israel ),
William Guy Carr (Yahudi Menggenggam Dunia), dll.

4.     Fakta-fakta terakhir : Bagaimana pengkhianatan yang mereka
lakukan terhadap perjanjian demi perjanjian baik disponsori oleh PBB
maupun AS.

Amerika dan bangsa Yahudi mempunyai hubungan yang erat. Berikut fakta-faktanya :

1.     Israel takkan mampu dibangun tanpa bantuan AS dan Barat.
Bantuan dana, senjata dan dukungan politis (berupa hak veto, dsb)
terus saja diberikan AS tanpa syarat sedikitpun. AS telah mengucurkan
dana milyaran dolar untuk membantu Israel agar tetap dapat bertahan,
bahkan baru-baru ini mengeluarkan 100 juta dollar untuk memindahkan
kedubesnya dari Tel Aviv ke al-Quds (Jerusalem) yang berdasar
keputusan PBB merupakan hak bangsa Palestina !

2.     Bahwa AS mampu membantu Israel demikian banyaknya adalah karena
kekuatan ekonominya yang tersebar di negara-negara di seluruh dunia,
yang sebagian besarnya berada di negara-negara Islam. Sehingga dengan
membeli produk-produk apapun dengan trademark AS, maka sama dengan
memperkuat kemampuan AS untuk mensuplai Yahudi Israel untuk membunuhi
anak-anak dan remaja-remaja para mujahid kaum muslimin di Palestina.

3.     Bahwa boikot yang kita lakukan terhadap semua produk AS adalah
salah satu bentuk langkah kita melemahkan Yahudi dan salah satu bentuk
jihad kita membantu kaum muslimin di Palestina untuk membebaskan
al-Aqsha kiblat pertama kita.

4.     Bahwa ayat al-Qur’an dan hadits-hadits shahih diatas telah
jelas-jelas memerintahkan kita untuk membantu jihad di Palestina,
sehingga tidak ada lagi keraguan tentang kewajiban seluruh ummat Islam
untuk berjihad membantu bangsa Palestina dengan apa saja yang mereka
mampu.

5.     Bahwa wajib mengumumkan dengan jelas kepada ummat Islam semua
permasalahan ini, dan bahwa al-Quds adalah milik ummat Islam bukan
milik bangsa Palestina saja, sebagaimana Ka’bah di Makkah.

“Wasiat ini saya tulis untuk seluruh muslimin, baik penguasanya,
ulamanya, maupun semua masyarakatnya agar memahami dan mensikapi
masalah ini dengan jelas dan tegas. Sesungguhnya kebenaran senantiasa
akan dimenangkan oleh Allah walaupun orang-orang kafir itu tidak
menyukainya. Wakana haqqan ‘alaina nashrul mu’minin,” tulis ulama
besar dari Mesir yang tinggal di Qatar ini. II

Izzadina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *