Begini Posisi SBY dan Jokowi di Muslim 500

by
foto:istimewa

Oleh : Asyari Usman (mantan wartawan BBC)

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Pur) Moeldoko, tampaknya baru saja tahu soal kegiatan The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) –sebuah lembaga yang bermarkas di Amman, Yordania. Pak Moeldoko bagaikan terkesima begitu tahu Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam Muslim-500.

Wartapilihan.com, Jakarta –-Apa itu Muslim-500? RISSC melaksanakan sejumlah proyek yang mempromosikan perkembangan umat Islam. Salah satu kegiatan yang mereka lakukan adalah membuat peringkat tokoh-tokoh Muslim yang dianggap berpengaruh di dunia. Pemeringkatan tokoh-tokoh Islam itu dilakukan tiap tahun. RISCC menyebutnya Muslim-500. Pertama sekali diterbitkan pada 2009.

Dalam penjelasannya kepada para wartawan kemarin, Moeldoko membanggakan “prestasi” Jokowi masuk dalam Muslim-500. Menurut Pak Kepala Staf, keberadaan Jokowi di dalam Muslim-500 itu merupakan bukti perjuangan Presiden untuk umat Islam Indonesia.

Tentu saja kita ucapkan selamat kepada Pak Jokow. Dan selamat juga kepada Pak Moeldoko yang sekarang sudah tahu tentang Muslim-500.

Tetapi, ada baiknya kita informasikan kepada Pak Moeldoko bahwa Presiden SBY juga masuk ke dalam Muslim-500. Bahkan semasa Pak SBY, peringkat yang beliau tempati berada di urutan ke-10 di tahun 2011 dan kemudian naik setingkat menjadi urutan ke-9 di tahun 2012.

Bagaimana dengan Pak Jokowi? Beliau tahun ini (2018) berada di posisi ke-16. Urutan ini membaik atau menurun? Pada tahun 2017, Pak Jokowi berada di posisi ke-12. Cuma turun 4 tangga saja, kok!

Tahun-tahun sebelumnya? Untuk Pak Jokowi, sayangnya, terus menurun. Pada 2014-15, beliau berada di urutan ke-11. Pada 2016 tetap di posisi ke-11.

Apa sebab posisi Pak Jokowi turun? Wallahu a’lam.

Kembali ke Pak Moeldoko, sebaiknya beliau jelaskan juga sedikit sejarah peringkat Pak Jokowi supaya masyarakat tahu. Kalau ada waktu, bagus juga Pak Kepala Staf lihat-lihat situs themuslim500,com (pranala ini tidak aktif karena “titik” saya ganti koma).

Dan, selain Pak Moeldoko, kita harapkan juga agar kawan-kawan media cetak dan elektronik ikut memberikan pencerahan tentang ini. Bukankah menjadi menarik untuk mencarikan penjelasan mengapa posisi Pak SBY di peringkat Muslim-500 tempohari lebih baik dari posisi Pak Jokowi?

Kalau pun repot mencarikan penjelasan itu, paling tidak lengkapilah peringkat Pak Jokowi dengan peringkat Pak SBY di Muslim-500.

Sebagai tambahan, siapa pun yang menjadi presiden Indonesia hampir pasti akan masuk ke daftar peringkat Muslim-500. Sebab, selain melihat ketokohan presiden Indonesia, jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia akan selalu diperhitungkan juga.

Seandainya tidak ditempatkan di peringkat 50 pertama, bagaimana pun juga presiden Indonesia tetap akan diperingkatkan. Bisa jadi masuk dalam 100 pertama atau 200 pertama. Tidak mungkin tak masuk diantara 500 itu.

Maaf ya Pak Kapala Staf kalau ada yang tidak berkenan. II

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *