BAHAYA KURANG WAWASAN TAUHID DAN MASALAH KEKINIAN

by

Ada sebagian ustadz yang semestinya paham agama namun anehnya dia tidak paham bahwa berbai’at kepada orang sekular adalah haram.

Wartapilihan.com, Depok– Karena apakah dia tidak paham ? Tidak lain dan tak bukan karena waktu demi waktu hanya mereka habiskan untuk berkutat pada pembahasan kurafat dan bid’ah dalam masalah ubudiyah sehingga tidak mampu memproyeksikan tauhid secara menyeluruh dan benar.

Orang yang melakukan bid’ah dalam ubudiyah, mungkin saja hanya karena kebodohan mengenai makna dan difinisi ibadah, toh dikatakan sesat.
Tapi kenapa orang yang jelas-jelas telah batal keimanannya karena berpaham sekular atau liberal dikatakan ulil amri kaum muslimin ?

Ini sungguh merupakan sebuah kesalahan yang fatal.
Dia tidak paham apa itu nawaqidul iman, dan ia juga pastilah tidak paham bahwa sekularisme dan liberalisme adalah sebuah ad dien ( agama ) yang lebih kufur dari pada Yahudi dan Nasrani.

Berbai’at kepada Yahudi dan Nasrani saja, umat Islam jatuh pada kekafiran apalagi kepada kaum sekular dan liberal.

Ingatlah, ketika Umar bin Khattab radhiallahu anhu terpesona tatkala seorang Yahudi membacakan bibel, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lantas bersabda ;
” Bila ahli kitab membacakan kitabnya, sebaiknya kalian diam saja. Bila kalian bantah, jangan-jangan itu benar-benar perkataan Allah. Tapi kalau kalian benarkan jangan-jangan itu adalah perkataan manusia..”

Jadi apa artinya ?
Tak lain dan tak bukan bahwa bibel sekarang telah kehilangan kemurniannya untuk disebut sebagai kitab suci, di mana perkataan Allah dan perkataan manusia telah dicampur aduk sehingga ada kebenaran dan kesesatan di dalamnya.
Maka umat Islam yang awam terhadap bibel sebaiknya tidak berkomentar bila ahli kitab membacakannya.
Cukup diam saja dan jangan mengimaninya sebagai kitab suci, dan tetaplah sebagai muslim yang berpegang pada Qur’an wa Sunnah.

Sekarang bagaimana dengan kitab kaum sekular dan liberal ?
Adakah kalimat Allah di dalamnya ?
Tidak ada !
Yang ada hanyalah perkataan Macheavelli, John Locke, JJ Rousseau, Montesqieu, Voltaire, Ludwig Feeurbach, Baron d’Holbabach, Adam Smith dan sejenisnya.
Mereka semua adalah kaum deis, agnostik dan atheis, para pengingkar agama.
Mereka dikutuk oleh Kristen sampai-sampai mayat Voltaire ditolak di pemakaman Kristen.
Kepada pemikiran (paham) merekalah kaum sekular dan liberal mengabdi.

Saya bertanya pantaskah umat Islam berbai’at kepada kaum sekular dan liberal yang sesungguhnya lebih kafir dari pada ahli kitab Yahudi dan Nasrani ?

Ingat, partai nasionalis sekular dan liberal sesungguhnya musuh Islam.
Allah tidak menerima amalan ahli bid’ah, terlebih orang yang setengah Islam dan setengah sekular atau liberal !

(Iwan Hasanul Akmal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *