AYPI Gelar Seminar Pendidikan Islam

by

UU Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 menyatakan bahwa tujuan utama pendidikan nasional adalah untuk membentuk manusia beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Wartapilihan.com, Jakarta — Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI) menggelar Seminar Pendidikan Islam dengan tema “Strategi Pendidikan Islam untuk Generasi Islam Emas”, kemarin (4/5). Kegiatan ini diselenggarakan untuk merumuskan langkah dan strategi menuju generasi muda Indonesia yang unggul serta memiliki akhlaqul karimah.

Kegiatan seminar tersebut berlangsung di Sekolah Islam Fajar Hidayah Kota Wisata, Bogor, Jawa Barat ini diikuti ratusan guru, praktisi pendidikan dari berbagai daerah. Direktur Attaqwa College Dr Adian Husaini dan Direktur Indonesia Emas Institute Dr Zulfikri Anas, Med didapuk sebagai pembicara inti dalam seminar yang berlangsung hampir dua jam tersebut.

Dr. Adian Husaini memaparkan pondasi dasar dalam pendidikan Islam adalah pengajaran tentang adab. Menurutnya, akar masalah umat adalah masalah adab.

“Sekitar 37 tahun lalu, Professor Al Attas tahun 1977 di Makkah menyebut sebagai the lost of adab, lost of dicipline, lost of value,” ujar Adian Husaini.

Lebih lanjut, Adian mengatakan, seorang anak jangan diajari ilmu-ilmu dulu seperti matematika, fisika, kedokteran dan lain sebagainya jika anak tersebut belum beradab. “Umar bin Khattab berkata taadabu tsumma ta’allamu (beradablah kalian, kemudian berilmulah kalian),” ungkap Adian.

“Ketika pendidikan adab ini diutamakan, maka akan lahir ilmuwan-ilmuwan beradab, insinyur beradab, bahkan presiden yang ulama,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Adian juga menyinggung UU Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 bahwa tujuan utama pendidikan nasional adalah untuk membentuk manusia beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

“Akhlak ini sama dengan adab. Beda dengan karakter. Nah, kenapa kita masih suka dengan kata pembangunan karakter? Padahal kalau sesuai undang-undang seharusnya pembangunan akhlak,” kata Adian.

Pada kesempatan sama, Zulfikri Anas menyampaikan soal kualitas guru dan metode pembelajaran menjadi faktor menentukan dalam pendidikan. “Suasana belajar ini perlu agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. Maka guru perlu susun tujuan, subtansinya, strateginya, dan evaluasinya,” ujar Zulfikri.

Zulfikri juga menyinggung soal pendidikan yang berbasis agamalah yang diyakini mampu menyelamatkan persoalan bangsa. “Setiap manusia dilahirkan untuk tujuan yang mulia. Apapun kondisi anak, dia adalah makhluk Allah yang memiliki misi untuk menyampaikan kebaikan kepada sesama umat manusia, inilah dakwah melalui bidang pendidikan,” ujar Zulfikri.

Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI) dibentuk pada 4 April 2019. AYPI dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam.

Anggota AYPI terdiri dari pendiri, pembina, pengawas, pengurus yayasan, dan kepala sekolah pendidikan Islam di Indonesia dan negara-negara lain. Saat ini AYPI dipimpin oleh Ketua Umum H. Mirdas Eka Yora, Lc, M.Si. Sedangkan Pembina AYPI H.E Afrizal Sinaro.

Adi Prawiranegara