Usamah Hisyam: Ruh Politik Islam adalah Dakwah Islamiyah

by
Usamah Hisyam. Foto: Zuhdi

“Rakornas Parmusi memutuskan, kita akan memilih dan mendukung calon yang memberikan ruang dakwah yang seluas-luasnya di Indonesia, termasuk Parmusi,” ujar dia.

Wartapilihan.com, Cibodas — Ketua Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) Usamah Hisyam menegaskan bahwa organisasi yang dinahkodainya tak akan terlibat dalam kegiatan politik praktis, apalagi dukung mendukung salah satu pasangan calon pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kegiatan jambore ini bebas dari politik. Saya tidak ingin jambore berakhir dengan terpecahnya da’i Parmusi. Kita ingin ukhuwah islamiyah dikembangkan sampai ke daerah-daerah. Jangan karena manusia, kita terpecah-belah. Meski di antara antum ada yang berbeda pandangan politik,” ujar Usamah di Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Jawa Barat, Selasa (25/9).

Lebih lanjut, Usamah menjelaskan, Allah Swt akan memberikan amanah (kekuasaan) kepada siapa yang dihendaki dan juga mencabut kekuasaan dari yang dikehendaki.

“Da’i harus cerdas. Tidak boleh terpecah-belah. Oleh karena itu, jambore ini hanya untuk memenangkan Islam sebagai rahmatan lil alamiin. Rakornas Parmusi memutuskan, kita akan memilih dan mendukung calon yang memberikan ruang dakwah yang seluas-luasnya di Indonesia, termasuk Parmusi,” kata dia.

Karena itu, Usamah tidak ingin ikut campur terlalu jauh terhadap aspirasi politik para da’i dari berbagai daerah. Ia menjelaskan, idealisme Parmusi adalah idealisme politik Islam. Ruh politik Islam adalah dakwah islamiyah.

“Kita serahkan aspirasi ini kepada antum. Tentu antum seorang da’i memiliki intelektualitas, karena da’i Parmusi cirinya adalah intelektualitas yang tinggi dan tidak dapat dibeli dengan apapun,” ungkapnya.

Mengenai pelaksanaan Jambore, Usamah menceritakan tiga tahun lalu saat jajaran PP Parmusi melakukan safari dakwah ke Aceh. Dalam kunjungannya, ia miris melihat sumber daya alam (SDA) Indonesia terus mengalir ke luar, bukan dinikmati oleh rakyat Indonesia. Akibatnya, terjadi kemiskinan struktural dan kultural.

“Tiga tahun lalu saya terbang ke berbagai daerah, ke berbagai penjuru nusantara, betapa kayaknya sumber daya alam yang ada di perut bumi Indonesia, tetapi saya menemukan umat Islam Indonesia dalam keadaan miskin, bahkan di bawah garis kemiskinan,” tuturnya sembari menitikkan air mata, sedih.

Padahal, lanjutnya, ekonomi menjadi asas fundamental dalam menopang kerja-kerja dakwah sekaligus menguatkan iman dan taqwa masyarakat muslim di pedalaman.

“Di atas pesawat saya berdoa, Ya Allah semoga Parmusi bisa bangkit untuk mensejahterakan bangsa Indonesia. Dari atas pesawat itulah, saya berkontemplasi untuk mewujudkan Desa Madani,” ujarnya.

“Saya berpikir mungkin Allah belum menurukan ridha-Nya karena masih banyak dekadensi moral. Maka itu, dengan adanya da’i di seluruh penjuru Indonesia, semoga Allah Swt mencurahkan berkah dan rahmat-Nya untuk bangsa Indonesia,” sambungnya.

Usamah menandaskan, Parmusi mencanangkan 2018-2019 sebagai tahun ekspedisi dakwah Parmusi. Pencanangan ini dilakukan saat menyampaikan pidato sambutan dalam pembukaan Jambore Nasional Dai Parmusi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (25/9).

“Dengan bacaan basmallah saya canangkan 2018-2019 sebagai tahun ekspedisi dakwah Parmusi. Nanti pengurus wilayah yang akan menjelaskan,” tandasnya.

Ahmad Zuhdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *