Tolak ajakan Taqrib, Quo Vadis Amman Message?

by

(Penyesalan Dr. Yusuf Qordlowy)

Ingatkah Risalah Amman (Amman Message)? Risalah ini diumumkan ramai-ramai di Amman pada tanggal 27 Ramadlan 1425, bertepatan dengan 9 Nopember 2004, disponsori oleh Raja Abdullah II, raja kerajaan keturunan Bani Hasyim di Yordania. Saat itu banyak orang bersemangat semoga tujuan _Amman Message tersebut bisa tercapai.

Wartapilihan.com, Jakarta –Tujuan Risalah Amman adalah mengajak untuk Bertoleransi demi Persatuan dunia Islam. Risalah ini pada Juli tahun berikutnya disepakati oleh 200 tokoh dan ulama dari 50 negara Islam di dunia.

Risalah Amman ini sebagai ajakan untuk toleransi terhadap berbagai madzhab dalam Islam. Juga memasukkan madzhab yang jelas berbeda yaitu Syiah. Sehingga Risalah Amman bisa dianggap sebagai salah satu program taqrib. Karena itu banyak juga yang sangat skeptis Risalah Amman bisa menjadi kenyataan.

Ahlus Sunnah mendukung dan membela orisinalitas al-Qur’an, sedang Syiah mengklaim al-Qur’an yang ada saat ini mengalami perubahan isinya. Ahlus Sunnah membela kesucian Istri dan Ahlu Bait Nabi Saw, Syiah melakukan takfiri (mengkafirkan) terhadap istri Nabi Saw yang suci dan para sahabat beliau Saw. Banyak lagi pelecehan yang dilakukan Syiah terhadap ajaran Islam yang suci.

Tidak sampai empat tahun setelah penandatanganan Risalah Amman tersebut, rezim Syiah Basyar Assad melakukan perang terhadap rakyat Suriah yang ahlus sunnah. Sejak 2014 pertikaian Syiah terhadap ahlus sunnah malah sudah melebar sampai ke Yaman, yaitu pemberontakan syiah Huotsi dengan back up Iran terhadap pemerintah yang sah di negeri Yaman.

Wajarlah banyak yang kecewa terhadap seruan untuk melakukan taqrib antara Ahlus Sunnah dengan Syiah. Dr. Yusuf Qaradlawy yang juga ikut menandatangani Risalah Amman, juga sangat kecewa dengan seruan Taqrib. Sebagaimana disiarkan Al-Jazirah TV 13 April 2013, mantan Ketua Persatuan Ulama Dunia ini berkata: Saya dulu bertahun-tahun termasuk penganjur program Taqrib antara Ahlus Sunnah dan Syiah. Saya sungguh sedih terhadap kejadian tahun-tahun terakhir ini. Ikutilah https://www.youtube.com/watch?v=enr30R9xA-Q dengan judul:

لا تقارب بين السنه والشيعه وأفنيت عمرى فى ذلك
_
Tidak ada taqrib-taqrib antara Ahlus Sunnah dan Syiah, percuma umur saya berjuang untuk itu._

Yusuf Qaradlawy berkata: Berkali-kali, bahkan puluhan kali, saya hadiri muktamar-muktamar taqrib. Saya hadir ke Rabat, Tunis. Saya Juga hadiri pertemuan taqrib di Suriah, Bahrain, Qatar. Tetapi faktanya saya temukan bahwa Syiahlah yang mendapatkan manfaat dari kegiatan taqrib ini. Ahlus Sunnah tidak mendapatkan apa-apa. Sehingga saya harus berhati-hati dan berhenti ikut taqrib.

Saya pernah hadir muktamar taqrib di Suriah, namun setelah itu Syiah banyak mendirikan Lembaga Husainiyyat baru di Suriah di daerah Ahlus Sunnah, di situ sama sekali tidak ada pengikut Syiah. Mereka terus bergerak dengan ditopang dana bermilyar yang melimpah dan tenaga yang siap sedia untuk menyerang pemikiran Ahlus Sunnah dan mengadakan kegiatan syiah. Tidak boleh Syiah melakukan ini kepada ahlus sunnah. Selama ini kami tidak pernah mengajarkan kekeliruan syiah kepada generasi muda Islam, maka selanjutnya penyelewengan Syiah harus diajarkan kepada seluruh ummat Isalm.

Saya pernah hadiri muktamar taqrib di Iran, saya temui para mullah, saya juga bertemu dengan presiden Mohammad Khotami pada periode keduanya, mereka memuji-muji dan menerima kedatangan kami ahlus sunnah. Kini mereka melakukan serangan kepada kami dan menghina kami. Tetapi kami tidak takut dan tidak gentar cercaan para pencaci.

Aljazirah bertanya: Bukankah dengan berhenti mengikuti kegiatan taqrib akan memecah barisan Islam?

Yusuf Qaradlowy menjawab: Berapa tahun kami berjuang untuk taqrib, ternyata hanya syiah yang mengambil keuntungan. Syiah menggerogoti generasi muda kami, mencaci-maki ajaran Islam. Sedang kami tidak mendapatkan apa-apa. Program taqrib harus berdasar kepada asas yang disepakati. Seperti kita melakukan taqrib dengan pihak Kristen untuk urusan muamalah keduniaan. Bagaimana kami melakukan taqrib dengan syiah yang selalu memerangi kami, mengarahkan senjata pembunuh kepada kami?

Ketika meningkatnya aktifitas Hizbullah pimpinan Hasan Nasrullah melawan ahlus sunnah, Qaradlowy berkata: Saya menolak Hasan Nasrullah, dia bukanlah Pertolongan Allah (Nashrullah) tetapi Pertolongan Syaitan (Nasrusy-Syaitan). Dia mengaku dari Hizbullah, bukan, dia dari Hizbut Thoghut. Saya pernah menyeru para ulama Saudi Arabia untuk memberi pertolongan ‘Hizbullah’-nya Hasan ‘Nasrullah’, ternyata ulama Saudi Arabia lebih paham dan lebih matang pemahannya dari pada saya. Mereka sudah sejak awal paham bahwa ‘Hizbullah’-nya Hasan ‘Nashrullah’ adalah pembohong besar. Ikuti https://www.youtube.com/watch?v=kp5hZ8jKDTo

Fatchul Umam, Pemerhati Aliran Sesat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *