Perlukah Mahasiswa Berorganisasi?

by
foto:istimewa

Oleh : Ni Kadek Windayu Nayunda Andini, Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Apa itu berorganisasi? Pasti kalian sering mendengar kata organisasi bukan? Mendengar kata organisasi pasti pikiran kita langsung tertuju pada sekumpulan orang dengan posisi melingkar membicarakan sesuatu dengan situasi serius hingga tak jarang sampai larut malam. Lantas apa sebenarnya organisasi itu?

Wartapilihan.com, Jakarta –Menurut Stoner, Organisasi adalah pola yang saling berkaitan dimana sumber daya manusia yang berada di dalamnya diarahkan untuk mencapai tujuan bersama. Berorganisasi dalam lingkup mahasiswa dapat berupa mengikuti Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM), Himpunan Mahasiswa Jurusan(HMJ), Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) serta dapat juga dengan mengikuti kepanitiaan suatu event dan lain sebagainya.

Apakah Pelu Mahasiswa berorganisasi? memang benar berorganisasi tidaklah menjadi suatu kewajiban bagi mahasiswa, kewajiban mahasiswa tetaplah belajar dan memperbanyak ilmu, akan tetapi dari segi manfaat bukankah sangat disayangkan apabila generasi penerus bangsa yakni mahasiswa tidak mengisi masa muda dengan kegiatan yang bermanfaat? Mahasiswa merupakan tingkatan tertinggi dari seorang siswa, perlu adanya perubahan dari yang sebelumnya selama 12 tahun menjalani masa sekolah SD-SMP-SMA hanya diisi dengan kegiatan monoton duduk manis di kelas, mendengarkan apa yang guru sampaikan lalu sampai rumah belajar lagi mengerjakan tugas mengulangi apa yang telah guru katakan seperti itu setiap harinya.

Masa muda adalah masa membuktikan eksistensi dan masa penuh semangat dan gairah perlu adanya dukungan, dorongan serta wadah untuk mengembangkan dan mengeksplorasi hal-hal lain dalam diri. Belajar tetaplah nomer satu dan hal yang utama bagi mahasiswa tapi apakah berguna ilmu yang kita punya jika pada keadaan sekitar saja kita tidak peduli? Masa muda merupakan masa yang hanya dijalani satu kali seumur hidup, pantas kah kita menyiakannya?

Dengan berorganisasi kita mendapat berbagai manfaat. Berorganisasi membuat kita mengenal banyak teman baru dengan beragam sifat dan kepribadian. Dari situ kita dapat belajar bagaimana menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan berbagai kepribadian. Dalam berorganisasi kita pasti bekerjasama dengan orang lain dengan begitu kita dapat belajar saling menghargai dan menjaga satu sama lain. Dengan berorganisasi kita dapat mengasah softskill. Pasti teman-teman sudah banyak mendengar mengenai softskill dan hardskill bukan? Hardskill merupakan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Sementara itu, softskill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal (Dennis E. Coates, 2006). Dalam dunia kerja tidak hanya dibutuhkan pengetahuan yang tinggi namun perlu juga komunikasi yang baik. Contohnya profesi dokter sebagai tenaga kesehatan, memang diperlukan tingkat intelektual yang tinggi agar dokter dapat mengobati dan membantu pasien, namun apakah ilmu akan bermanfaat jika cara penyampaian informasi ke pasien tidak tepat?

Dengan berorganisasi kita dapat belajar bagaimana cara membagi prioritas dan fokus. Membagi prioritas dan fokus dalam arti kita tahu mana hal yang harus dikerjakan yang harus didahulukan pengerjaannya. Jangan hanya karena sudah telalu senang dan nyaman berorganisasi, mempunyai banyak teman disana-sini kita jadi melupakan tugas –tugas akademik yang seharusnya menjadi prioritas utama disamping tugas –tugas organisasi yang diamanahkan kepada kita. Akademik merupakan prioritas utama namun jangan dikarenakan alasan tersebut menjadikan kita menjadi tidak serius dalam organisasi, tugas yang diamanahkan haruslah tetap dikerjakan dengan maksimal sesuai dengan komitmen yang telah dijanjikan.

Sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian Masyarakat. Organisasi telah memenuhi ketiga Tri Dharma perguruan tinggi tersebut, di organisasi kita dapat belajar banyak hal yang baru, mendapatkan kesempatan untuk berkembang serta tak jarang program kerja dari organisasi berorientasi pada masyarakat contohnya kegiatan bakti sosial maupun pengabdian masyarakat. Selain itu dalam berorganisasi tetap harus mengamalkan nilai – nilai dari pancasila yang merupakan dasar negara indonesia.

Pengamalan sila pertama yakni “Ketuhanan Yang Maha Esa” salah satu contohnya seperti memberhentikan sejenak rapat ketika adzan berkumandang serta meskipun rapat masih berlangsung memberi jeda dan waktu untuk beribadah pada awal waktu. Pengamalan sila yang kedua yakni “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” hendaknya program kerja yang dilaksanakan berorientasi meningkatkan kesejaterahan rakyat dengan cara melakukan bakti sosial ataupun kegiatan pengabdian masyarakat seperti penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis, sunatan massal dan yang lainnya. Dalam sila ke 3 yakni “Persatuan Indonesia” dengan berorganisasi mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan nilai toleransi karena dalam bekerja dengan orang lain kita pasti menemui orang dengan agama maupun ras yang berbeda.

Dari hal tersebut kita dapat saling belajar untuk menghormati dan menghargai perbedaan. Sila ke 4 yakni “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyahwaratan Peradilan” pengamalan sila ke lima yakni dalam pembuatan keputusan hendaknya lebih mengutamakan musyawarah mufakat, voting menjadi pilhan terakhir yang dilakukan apabila tidak mencapai kata mufakat. Sila ke 5 “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” di dalam organisasi hendaknya setiap anggota diberikan kesempatan mengembangkan diri yang sama tanpa membeda-bedakan anggota tersebut beragama apa, berasal dari suku apa dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *